Berita

Politik

KMPD dan ProDEM Akan Deklarasi Tolak Dana Saksi Parpol

RABU, 29 JANUARI 2014 | 22:46 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Rencana saksi partai politik peserta Pemilu 2014 di tiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) dibiayai oleh Negara ditentang bukan hanya oleh kalangan oleh partai politik. Kali ini penolakan disampaikan Koalisi Mandiri  untuk Pemilu Demokratis (KMPD) bersama Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM).

KMPD bersama ProDEM rencananya akan menggelar deklarasi tolak dana saksi parpol di Sekretariat ProDEM, Pancoran Indah I, Jakarta Selatan, besok siang. KMPD merupakan lembaga pengawas dan pengamat independen yang terdiri dari,TePI Indonesia, Sigma Indonesia, Formappi, KIPP Indonesia, dan LIMA Indonesia. Adapun ProDEM baru mengukuhkan jajaran pengurus periode 2013-2016 hasil kongres Bandung pada pertengahan Desember 2013 lalu.

Pembiayaan saksi parpol dengan dana APBN direncanakan Badan Pengawas Pemilu. Seperti diketahui, Bawaslu kembali menerima kucuran dana sebesar Rp 1,5 triliun dari pemerintah untuk mengawasi penyelenggaran Pileg 2014. Dana sebanyak itu dialokasikan mendanai relawan Bawaslu yang bernama Mitra PPL sebesar Rp 800 miliar dan untuk membayar pengawas atau saksi dari 12 parpol peserta pemilu sebesar Rp 700 miliar.


Deklarasi besok mengusung tajuk "Parpol Mata Duitan, Rakyat Terabaiakan." Deklarasi akan dilakukan perwakilan KMPD yakni Sebastian Salang (Formappi), Jeirry Sumampow (Tepi), Said Salahudin (Sigma), Girindra Sandino (KIPP Indo), Ray Rangkuti (LIMA Indonesia), dan Firman Tendry (Prodem). Deklarasi akan dihadiri politisi PDIP Hasto Kristianto, politisi Nasdem Ferry M. Baldan, dua partai yang menolak pembiayaan saksi parpol. [dem]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya