Berita

Politik

JELANG PEMILU 2014

Gawat, Mayoritas Pemilih Tak Tahu Kapan Nyoblos

RABU, 29 JANUARI 2014 | 21:25 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Gawat, Pileg 2014 tak lama lagi namun sebagian besar pemilih tidak tahu pasti kapan hari H pemungutan suara digelar. Survei Founding Fathers House (FFH) menunjukkan sebanyak 57.85 persen publik tidak tahun kapan tepatnya pileg digelar.      

"Sebanyak 93 persen menyatakan tahu akan diadakan pileg tahun ini. Namun, hanya 38.97 persen publik yang tahu persis pileg dilangsungkan tanggal 9 April 2014. Sebanyak 2,05 persen publik mengatakan pelaksanaan pileg adalah 14 April 2014, sementara 1.12 persen mengatakan 19 April 2014, dan sisanya, 57.85 persen tidak tahu kapan tepatnya pelaksanaan pileg," papar Peneliti Senior FFH Dian Permata kepada wartawan di Jakarta (Rabu, 29/1).     

Tingkat pengetahuan publik yang rendah juga terjadi terhadap jumlah partai politik (parpol) peserta pemilu 2014. Hanya, 16.26 persen publik yang tahu bahwa ada 12 parpol yang bertarung, 4.95 persen mengatakan 10 parpol, 2.89 persen mengatakan 11 parpol, 1.3 persen mengatakan 13, 1.49 persen mengatakan 14, 0.28 persen mengatakan 15, 0.37 persen mengatakan 15 dan 68.97 persen mengatakan tidak tahu.


Untuk itu, kata dia, KPU sebagai salah satu pemeran utama dalam mensukseskan Pileg 2014, harus kerja rodi untuk mengejar serta meningkatkan pengetahuan publik tentang pelaksanaan pileg. Dengan waktu yang tersisa, saran Dian, KPU harus keluar dari tehnik komunikasi yang sudah pernah digunakan sebelumnya. KPU harus menggunakan tehnik lain dan out the box. Seperti melakukan Big Bang Program dan lainnya.

"Di point ke lima misi KPU sudah jelas. Untuk meningkatkan kesadaran politik maka perlu dilakukan pendampingan berupa peningkatan pengetahuan seluk beluk atau sekelumit tentang pileg itu sendiri. Bukankah dana KPU kali ini hampir dua kali lipat dibandingkan KPU sebelumnya,"  demikian Dian.


Survei dilaksanakan 18 Desember hingga 25 Januari 2014 di 34 provinsi. Jumlah responden 1.070 orang yang sudah memiliki hak pilih pada Pemilu 2014 dan bukan TNI/Polri aktif. Adapun tingkat kepercayaan sebesar 95 persen. Margin of error ± 3 persen. Pengambilan data melalui teknik wawancara dengan bantuan kuisioner.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya