Berita

Dino Patti Djalal/net

Politik

Dipandang Kere, Dino Patti Tak Didukung Elit Demokrat

RABU, 29 JANUARI 2014 | 18:17 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Partai Demokat sekarang sedang panik. Hal itu terlihat dari terbelahnya dukungan elit partai terhadap 11 peserta konvensi capres Partai Demokrat.

"Demokrat berada di ujung kehidupan politiknya," ujar pengamat politik Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS), Toto Sugiarto  di Jakarta, Rabu (29/1).

Jelas Soegeng, berbagai survei memperlihatkan kehancuran partai penguasa tersebut. Dan elit partai sedang menyelamatkan diri masing-masing dengan mendukung tokoh yang dipercaya paling berpotensi untuk menang.


Dukungan elit partai besutan SBY ini terhadap peserta konvensi capres terbelah. Di kubu Pramono Edhie Wibowo nama-nama beken menghias tim sukses. Ada Edhi Baskoro Yudhoyono yang juga Sekjen Partai Demokrat dan keponakan Pramonodan Jubir Partai Demokrat Ruhut Sitompul.

Sementara di kubu Gita Wirjawan ada Ketua DPP Partai Demokrat Kastorius Sinaga. Di kubu Dahlan Iskan ada Sekretaris Majelis Kehormatan Partai Demokrat TB Silalahi. Dan di kubu Anis Baswedan sinyal dukungan seringkali ditiupkan oleh Wasekjen Partai Demokrat Ramadhan Pohan.

Berbeda dengan peserta konvensi yang lain, mantan Dubes RI untuk Amerika Serikat Dino Patti Djalal yang seringkali mengaku kere tidak mendapat satu pun dukungan dari elit-elit Partai Demokrat.

Sementara itu pengamat politik dari Universitas Trisakti Adilsyah Lubis mengatakan, Dino tidak mendapat dukungan dari elit-elit Partai Demokrat karena memang dipandang sebelah mata dan kere atau bokek, tidak punya kekuatan logistik seperti  peserta konvensi lainnya.

Meski demikian, ia melihat bukan berarti Dino kehilangan kesempatan memenangkan pertarungan dalam konvensi,  peluangnya tetap terbuka lebar mengalahkan peserta lainnya. Syaratnya, kata Adilsyah, proses jalannya konvensi itu dilangsungkan secara jujur, terutama survei yang digelar oleh panitia konvensi sebagai bahan atau pertimbangan untuk menetapkan capres dari Partai Demokrat 2014. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya