Berita

Politik

Gerindra dan Prabowo Paling Disukai Pemilih Wanita

RABU, 29 JANUARI 2014 | 17:49 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Partai Gerindra merupakan partai politik peserta pemilu 2014 yang paling disukai pemilih wanita. Hasil survei Focus Survey Indonesia (FSI) menyebutkan sebanyak 33,6 persen pemilih wanita menyukai Partai Gerindra.

"Dari pemilih wanita yang disurvei, 33,6 persen diantaranya menyukai Gerindra, 20,7 persen menyukai PDIP, sisanya partai lain,"  kata Direktur Eksekutif Focus Survey Indonesia, Soedarsono, dalam keterangannya kepada redaksi (Rabu, 29/1).

Dijelaskan, tingginya kesukaan pemilih wanita terhadap Gerindra karena partai besutan mantan Danjen Kopassus Prabowo Subianto itu dianggap paling bersih dari korupsi. Selain itu, Gerindra juga dinilai memiliki program ekonomi yang jelas. Hal tersebut memiliki korelasi langsung dengan permasalahan ekonomi rumah tangga seperti tingginya harga kebutuhan pokok, yang pada umumnya dihadapi kaum wanita.


Di samping itu, ketokohan calon presiden Prabowo Subianto juga turut mempengaruhi ketertarikan wanita. Prabowo dinilai sebagai karakter yang tegas dan memiliki strong leadership yang kuat serta berintegritas.

Setelah Gerindra dan PDIP, Golkar menempati urutan ketiga sebagai partai yang paling disukai wanita dengan perolehan 15,7 persen. Disusul diurutan di belakangan oleh Partai Nasdem yang disukai 8,3 persen wanita, Demokrat 2,9 persen wanita dan PKS dengan 1.1 persen.

Ketertarikan wanita pada PDIP dan Golkar seperti yang ditemukan dalam survei terjadi karena kedua partai tersebut merupakan partai lama dan pemilih wanita sudah terbiasa memilih PDIP dan Golkar pada pemilu-pemilu sebelumnya. Sedangkan PKS menurut Soedarsono, menjadi partai yang menempati posisi terendah sebagai partai yang disukai wanita karena dianggap sebagai partai yang banyak melakukan poligami. Isu poligami tersebut yang mempengaruhi penilaian pemilih wanita terhadap PKS.

Survei ini menggunakan sampel 3274 responden yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di seluruh Indonesia dengan metode wawancara tatap muka. Margin of error survei kurang lebih 1,72 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. [dem]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya