Berita

Survei Terbaru: Kinerja SBY-Boediono Buruk

RABU, 29 JANUARI 2014 | 17:29 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kinerja Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono dinilai sangat tidak memuaskan. Hal ini dibuktikan dalam survei nasional yang dilakukan Focus Survey Indonesia pada 3-21 Januari 2014 .

"Sebanyak 70,8 persen publik menilai performance SBY-Boediono buruk dan sangat buruk. Mayoritas publik menganggap pemerintahan SBY-Boediono lemah, ragu ragu, dan sering tersandera partai politik anggota koalisi," kata Direktur Eksekutif Focus Survey Indonesia, Soedarsono, dalam keterangannya kepada redaksi (Rabu, 29/1).

Publik juga menganggap kebijakan Pemerintahan SBY-Boediono tidak membela kepentingan masyarakat. 69,8 persen publik  menganggap kebijakan-kebijakan yang dibuat SBY-Boediono merugikan masyarakat. Contohnya kebijakan impor pangan yang dilakukan di saat panen raya dan kebijakan terhadap daftar investasi yang diperbolehkan oleh investor asing yang kurang melindungi ketahanan dan pertahanan nasional.


Penilaian buruk kinerja pemerintahan SBY-Boediono ditambah dengan tidak adanya sinergi dan kerjasama team kabinet SBY-Boediono, yang sering tidak berlangsung secara kondusif terkait kebijakan umum. Kebijakan yang dibuat satu kementerian sering kali malah tumpah tindih dengan kementerian lainnya.

"53 persen publik menilai kebijakan umum yang diterapkan selama Pemerintah SBY-Boediono buruk," demikian Soedarsono.

Survei ini menggunakan sampel 3274 responden yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di seluruh Indonesia dengan metode wawancara tatap muka. Margin of error survei kurang lebih 1,72 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.[dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Tokoh Reformasi Amien Rais, Megawati, Sultan HB X dan Gus Dur

Selasa, 12 Mei 2026 | 14:15

KPK Panggil Mantan Kepala BBPJN Stanley Cicero

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:55

Trump Geram Kuba Tak Kunjung Tumbang Meski Dihantam Embargo Minyak AS

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:54

UEA Diduga Diam-Diam Ikut Serang Iran

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:47

Juri Lomba Cerdas Cermat Jangan Antikritik

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:45

Dua Ajudan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Digarap KPK

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:41

Purbaya Dorong Insentif Mobil Listrik di Tengah Ancaman Konflik Iran-AS Berkepanjangan

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:25

Gibran Puji Inovasi Transportasi Gratis Pemprov DKI

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:20

Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalbar Harus Diulang

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Aktivis Global Sumud Flotilla Alami Penyiksaan Selama Ditahan Israel

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Selengkapnya