Berita

Politik

JELANG PEMILU 2014

Kotak Suara Kardus Bukan Solusi Tepat!

RABU, 29 JANUARI 2014 | 15:50 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Keputusan Komisi Pemilihan Umum mengganti kotak suara yang sebelumnya dari bahan alumunium dengan bahan dari kardus dinilai kurang tepat.

Direktur Eksekutif Nurjaman Center, Jajat Nurjaman mengatakan, Adanya temuan dari bawaslu yang menyebutkan kotak suara berbahan kardus tidak sesuai dengan spesifikasi menandakan KPU lemah dalam pengawasan selama proses pembuatan kotak suara.

"Selama ini KPU hanya memikirkan tingkat efisiensi dari bahan logistik yang akan digunakan dengan alasan demi penghematan anggaran," kata Jajat dalam keterangannya (Rabu, 29/1).


Menurut Jajat, kotak suara dari berbahan kardus bukan solusi terbaik. Pasalnya, selain tingkat keamanannya diragukan, bahan tersebut juga rawan akan terjadinya kecurangan.

"Tidak ada jaminan pasti mengenai keamanan suara yang telah diberikan," tekannya.

Jajat meminta KPU berani mengambil terobosan baru untuk persiapan logistiknya seperti kotak suara berbahan plastik yang  trasparan. Selain bentuknya yang menarik, masyarakat juga dapat melihat langsung isi dalam kotak tersebut.

KPU, lanjut Jajat, bisa belajar banyak dari Negara lain seperti Zimbabwe, Senegal, Nigeria, Kenya, Sudan, Liberia, Kamerun, Mali, Somalia, Mesir, Pakistan, Yordania, dan Pakistan dimana mereka terbukti telah berhasil menggunakan bahan plastik dan transparan untuk dijadikan kotak suara pemilu. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya