Berita

Agar Jakarta Tak Sumpek, Pusat Pemerintahan dan Perekonomian harus Dipisah

RABU, 29 JANUARI 2014 | 13:34 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Untuk jangka panjang, pemerintah pusat harus memecah kepadatan penduduk di Jakarta untuk mengurai kemacetan di Ibukota. Memecahkan kepadatan penduduk ini hanya bisa dicapai dengan pemerataan kesempatan.

Politikus PAN, Kanti W. Janis, menjelaskan, sebenarnya wilayah di Indonesia ini masih luas dan banyak yang kosong. Solusi yang sudah sering dilontarkan adalah memisahkan pusat pemerintahan dan perekonomian. Biarlah Jakarta menjadi kota ekonomi, untuk pusat pemerintahan di pindah ke wilayah lain yang lapang dan masih tertinggal.

"Pemindahan pusat pemerintahan ke wilayah yang lebih sederhana juga bisa menekan gaya hidup konsumerisme para pejabat, karena tidak ada tempat-tempat mewah. Tentunya juga akan membangun daerah sekitar, infrastruktur akan diperbaiki, sehingga terjadi pemerataan kesempatan," ungkap Kanti (Rabu, 29/1).


Sebelumnya Kanti mengungkapkan, kemacetan di Jakarta sudah mencapai tahap ekstrem. Karenanya perlu penanganan yang ekstrem juga. Tidak bisa diselesaikan dengan cara-cara normatif biasa. Selain jam belajar siswa dan kegiatan pegawai harus ditata ulang, dia menyarankan pemerintah menggratiskan jalan tol. (Klik: Perluas dan Gratiskan Jalan Tol agar Jakarta Bebas Macet).

Selain itu, langkah berikutnya adalah memecah universitas-universitas terbaik ke sistem kolase. Memang universitas negeri sudah tersebar di provinsi-provinsi Indonesia, tetapi tetap beberapa beberapa universitas memiliki gengsi lebih. Di era yang masih mengutamakan gengsi di atas segalanya, alangkah baiknya jika universitas 5 besar di Indonesia dipecah berdasarkan fakultas.

"Misalnya fakultas hukum UI jangan ditaruh di Jakarta, tetapi di Kalimantan Utara yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Sehingga dengan semakin hidupnya daerah perbatasan, akan semakin kuat kedaulatan kita. Untuk IPB, bagian kelautan, mengapa tidak ditaruh di wilayah Indonesia timur yang masyarakatnya lebih kelautan, dibanding di pulau Jawa yang berorientasi agraris. Mereka bisa praktek langsung, dan bisa berbakti langsung pada masyarakat," paparnya.

Dia menjelaskan, pendidikan berkualitas adalah alasan bagi orang untuk bergerak. Orang termiskin pun rela banting tulang untuk menyekolahkan anaknya. Karena itu dengan meratakan pendidikan akan membangun daerah-daerah tertinggal.

"Ini pengalaman yang sudah saya alami dan saksikan sendiri, selama saya menjadi pelajar di Eropa. Dengan memecah-mecah fakultas universitas ini akan terjadi rantai ekonomi yang panjang," imbuh master hukum jebolan International Law and Law of International Organizations di Rijksuniversiteit Groningen (RuG), Groningen, Belanda, ini.

Contoh, dengan bermigrasinya para murid, akan dibutuhkan akomodasi. Masyarakat sekitar dapat menyewakan rumah mereka menjadi kos. Para murid akan dikunjungi keluarga dan teman, otomatis membutuhkan penginapan. "Ini juga strategi yang baik untuk menarik investor. Berikutnya akan menumbuhkan tempat makan, hiburan, dan lain-lain," pungkas calon anggota DPR-RI nomor urut 5 Dapil Jakarta III ini.

Dia atas semua itu, dia menambahkan, apa pun solusi yang ditawarkan oleh pemerintah untuk mengatasi kemacetan, harus detil, menyeluruh, dan demi kepentingan seluruh rakyat Indonesia. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Prabowo Apresiasi Rahmat Erwin Usai Raih Emas dan Pecahkan Rekor Dunia

Minggu, 27 September 2026 | 12:11

Partai Koalisi Bela Prabowo Mati-matian tapi Diam Saat Gibran Dikritik

Minggu, 27 September 2026 | 12:05

Daftar 10 Wilayah Terpanas 27 September 2026, Suhu Capai 37,4 Derajat

Minggu, 27 September 2026 | 11:57

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Spesifikasi Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di Indonesia, Baterai 6.000 mAh

Minggu, 27 September 2026 | 11:37

Indonesia Calonkan Diri untuk Kursi Tidak Tetap DK PBB Periode 2029-2030

Minggu, 27 September 2026 | 11:04

Tak Ada Satupun Partai Koalisi Pasang Badan saat Gibran Hadapi Gugatan Ijazah

Minggu, 27 September 2026 | 10:31

KPK Amankan Perhiasan Diduga Emas Saat Geledah Kanwil BPN Jatim

Minggu, 27 September 2026 | 10:17

Perang Abad 21 Sudah Dimulai, tapi Mukan di Medan Tempur

Minggu, 27 September 2026 | 10:05

Sugiono: RI Percaya PBB, Tapi Multilateralisme Harus Lebih Representatif dan Gesit

Minggu, 27 September 2026 | 09:27

Selengkapnya