Berita

ilustrasi

Perluas dan Gratiskan Jalan Tol agar Jakarta Bebas Macet

RABU, 29 JANUARI 2014 | 13:03 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL.  Pemerintah sudah sepatutnya dan wajib menggratiskan jalan tol untuk mengatasi kemacetan di Jakarta. Wacana ini sebenarnya sudah bolak-balik masuk Komisi V DPR, tetapi dibatalkan.

"Padahal masalah ini lebih krusial daripada soal pengisian kolom agama di KTP, yang berganti-ganti kebijakan," tegas politikus PAN, Kanti W. Janis, (Rabu, 29/1).

Sebelumnya dia mengatakan, macet di Jakarta sudah mencapai tahap ekstrem. Karenanya perlu penanganan yang ekstrem juga. Tidak bisa diselesaikan dengan cara-cara normatif biasa. (Klik: Atasi Kemacetan, Jam Sekolah dan Ngantor harus Diubah).


Melanjutkan keterangannya, Kanti menjelaskan, antrean pembayaran di pintu tol yang tidak seimbang dengan volume kendaraan adalah salah satu sumber utama kemacetan utama. "Apa alasan untuk tidak menggratiskan jalan tol?" katanya mempertanyakan.

Dia menjelaskan, investasi jalan tol yang dibangun pada jaman Orde Baru tersebut sudah kembali dan menguntungkan berkali-kali lipat. Karena itu, pemerintah bisa menggusur warga untuk perluasan jalan dengan alasan untuk kepentingan umum.

"Mengapa tidak bisa diterapkan untuk jalan tol, yang harga tiketnya juga naik setiap tahun dengan dasar perhitungan yang tidak jelas?" ungkap calon anggota DPR-RI nomor urut 5 Dapil Jakarta III ini.

"Dalam hemat saya, jalan tol bisa dimiliki swasta pun sudah sangat bertentangan dengan UUD 1945 pasal 33. Jelas, di kondisi macet ekstrem ini penambahan ruas jalan adalah kebutuhan primer. Jika para pembuat kebijakan di negeri ini memang berani dan berpihak pada rakyat, jal tol harus digratiskan," tegasnya.

Menurutnya, kalau kebijakan itu diambil, tidak akan ada pemilik modal yang dirugikan, bahkan sebaliknya. Jalan lancar, roda ekonomi makin cepat berputar. Karena itu, dia mengingatkan, penyelenggara jalan tol jangan egois dan berpikir pendek. "Sistem yang baik niscaya akan membawa kemakmuran bagi segala pihak," ungkapnya. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Prabowo Apresiasi Rahmat Erwin Usai Raih Emas dan Pecahkan Rekor Dunia

Minggu, 27 September 2026 | 12:11

Partai Koalisi Bela Prabowo Mati-matian tapi Diam Saat Gibran Dikritik

Minggu, 27 September 2026 | 12:05

Daftar 10 Wilayah Terpanas 27 September 2026, Suhu Capai 37,4 Derajat

Minggu, 27 September 2026 | 11:57

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Spesifikasi Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di Indonesia, Baterai 6.000 mAh

Minggu, 27 September 2026 | 11:37

Indonesia Calonkan Diri untuk Kursi Tidak Tetap DK PBB Periode 2029-2030

Minggu, 27 September 2026 | 11:04

Tak Ada Satupun Partai Koalisi Pasang Badan saat Gibran Hadapi Gugatan Ijazah

Minggu, 27 September 2026 | 10:31

KPK Amankan Perhiasan Diduga Emas Saat Geledah Kanwil BPN Jatim

Minggu, 27 September 2026 | 10:17

Perang Abad 21 Sudah Dimulai, tapi Mukan di Medan Tempur

Minggu, 27 September 2026 | 10:05

Sugiono: RI Percaya PBB, Tapi Multilateralisme Harus Lebih Representatif dan Gesit

Minggu, 27 September 2026 | 09:27

Selengkapnya