Berita

mahfud MD

Jepang Dorong Mahfud MD Perjelas Aturan Berinvestasi di Indonesia

RABU, 29 JANUARI 2014 | 10:58 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Direktur Komite Ekonomi Jepang-Indonesia, Teruo Asada, mengaku sangat terkesan dengan kemajuan Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, terutama kemajuan dibidang industri.

Hal itu diungkapkan Teruo dalam pertemuan dengan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD. Menurutnya, Indonesia selalu menjadi negara yang sangat menarik bagi negara lain untuk berinvestasi, tak terkecuali bagi Jepang.

"Sekarang saja ada 1200 perusahaan jepang yang sudah beroperasi di Indonesia," ungkap Terou dalam siaran pers yang diterima dari tim Mahfud MD pagi ini.


Namun, lanjut Terou, pihaknya menilai sejuah ini Indonesia masih belum memiliki peraturan atau hukum bisnis yang jelas. Ia mencontohkan, penurunan fiskal dan dumping sampai saat ini belum terealisasi. "Padahal, Indonesia sudha meneypakati penurunan fiskal dan dumping yang kami ajukan itu, tapi belum ada implementasi," sesalnya.

Karena itu, pihaknya berharap Mahfud MD dapat mendorong terciptanya penegakan hukum yang menjamin kenyamanan investor kedepan. Pasalnya, mereka selalu mengikuti perkembangan keputusan yang dilakukan oleh MA dan MK.

"Kami juga terkesan dengan ketegasan Bapak (Mahfud) sebagai Ketua MK yang terlihat pada keputusan terkait dengan BP Migas (PUU Migas) beberapa waktu silam," sambung President Reearch and Training Institute Ministry of Justice Japan, Kunihiko Sakai, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut. [zul]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya