Berita

martin hutabarat

Korban Kebakaran Tanjung Balai Minta Kejelasan Rusunawa

RABU, 29 JANUARI 2014 | 08:53 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Sekitar 150 rumah di Jalan Rukun, Lingkungan V, Kelurahan Kualo Silo Bestari, Kota Tanjung Balai, Sumatera Utara, dilalap si jago merah pada Minggu (26/1).

Korban kebakaran di Tanjung Balai berharap Pemerintah Kota memberikan penjelasan yang lengkap pada mereka mengenai rumah susun sederhana sewa (Rusunawa). Para pengungsi yang berjumlah 1.030 orang dengan total rumah yang terbakar 184 buah, sangat sadar bahwa tempat penampungan mereka sementara di tenda-tenda darurat tak akan bertahan lama.

"Mayoritas mereka memang menginginkan agar pemerintah dapat segera membangun rumah mereka di tempat semula. Namun sebagian lagi sadar keinginan tersebut kurang realistis," kata anggota DPR RI dari Dapil Sumut 3, Martin Hutabarat, kepada Rakyat Merdeka Online, Rabu (29/1).


Ketua Penasihat DPD Gerindra Sumut ini, mengatakan, para pengungsi lebih menginginkan ada penjelasan jujur dari Walikota tentang rencana penempatan mereka, termasuk rencana memindahkan mereka ke Rusunawa yang dekat dengan lokasi pemukiman awal.

Rusunawa yang ditawarkan pemerintah dan siap ditempati sekarang berjumlah 98 kamar, sedangkan yang mendaftar dan baru bersedia direlokasi baru berjumlah dua orang. Apabila yang 182 keluarga lagi tetap bertahan di tempat semula alias enggan direlokasi, maka hal itu akan sangat menyulitkan penyelesaiannya.

"Saya telah mendatangi para korban kebakaran dan berdialog mendengar apa keinginan mereka sambil membawa  makanan cepat saji pada orang dewasa dan roti kering bagi anak-anak. Harapan pengungsi umumnya sama, yakni mereka bisa cepat dapat pekerjaan yang baru lagi dan rumah yang permanen bagi mereka dapat segera dibangun," terangnya. [zul]

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Hadiri Penutupan Muktamar NU, Prabowo Dikalungi Sorban

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:17

Muktamar ke-35 NU: LAZISNU Bagikan Santunan Yatim dan Kacamata Gratis untuk Guru Ngaji

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:13

Tim Formatur PBNU Diberi Waktu Sebulan Susun Kepengurusan

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:07

Rupiah Lesu ke Rp17.754 per Dolar AS di Awal Pekan, Pasar Wait and See

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:57

Harga Emas Dunia Stabil Usai Anjlok Akibat Sinyal Suku Bunga The Fed

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:43

IHSG Pagi Tertekan, Tiga Saham Malah Melompat

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:28

Muslim Arbi Soroti Amandemen UUD 1945 dan Maraknya Politik Dinasti

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:14

Emas Antam Mandek di Rp2,6 Juta per Gram

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:56

Kapolri Mutasi Sejumlah Pejabat Strategis, Dua Kapolda Berganti

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:53

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih dari 3 Persen

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:38

Selengkapnya