Berita

Catat, Golput Membuka Potensi Kecurangan

Endang Hadiri Pengajian se-Pasaman
SELASA, 28 JANUARI 2014 | 10:38 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Tingginya jumlah masyarakat yang tak mencoblos pada Pemilu Legislatif 2009 lalu, sebesar39,1 persen, membayangi-bayangi calon anggota legislatif Pemilu 2014 ini.

Karena itu, caleg DPR RI dari Partai Hanura, Endang Tirtana, mengingatkan masyarakat untuk tidak golput.

Ajakan itu disampaikan saat menghadiri acara silaturrahim dengan anggota pengajian Wirid Yasin se-Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat di Masjid Nurul Iman, Padang Balai, Desa Rambah Lanai, kemarin. Pengajian ini dihadiri sekitar 2000.  Juga hadir Bupati Pasaman Beni Utama, dan Bupati Pasaman Periode 2004-2009 Yusuf Lubis.


Endang Tirtana mengajak seluruh warga Pasaman dan anggota pengajian menggunakan hak pilih pada 9 April 2014. Pasalnya, dengan menggunakan hak pilih secara benar, berarti ikut membantu perbaikan masa depan bangsa ini.

"Pilihlah orang-orang yang memiliki kepedulian terhadap kesejahteraan rakyat. Sedangkan golput, akan membuka potensi pemanfaatan kecurangan oleh-oleh pihak yang tidak bertanggungjawab. Jika ini terjadi, orang-orang yang tidak punya integritaslah yang akan memimpin dan mengendalikan republik ini," jelas Endang, yang maju dari dapil Sumbar II ini.

Sementara itu, Yusuf Lubis menghimbau seluruh warga Pasaman dan anggota pengajian tetap menjaga silaturrahim, kekompakan dan kesatuan. "Karena dengan modal kesatuan, akan membuat kita tidak mudah dipecah belah oleh momentum sesaat," katanya mengingatkan.

Pada kesempatan yang sama, Beni Utama mengajak seluruh warga berperan aktif dalam membantu program-program pemerintah dan juga memberdayakan diri mereka sendiri untuk mencapai kesejahteraan. "Peran aktif warga sangat membantu dan menentukan keberhasilan pemerintah," tandas Bupati Pasaman ini. [zul]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya