Berita

Puluhan Orang Bayaran Buat Onar di Graha Cempaka Mas

SENIN, 27 JANUARI 2014 | 22:21 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Puluhan orang bayaran membuat onar di apartemen Graha Cempaka Mas (GCM), Jakarta Pusat, Senin (26/1) malam dengan melakukan pengrusakan terhadap panel listrik yang ada di kawasan tersebut.  

"Dua orang bayaran sempat diamankan security apartemen karena tertangkap tangan saat berusaha  membongkar panel listrik," kata Lingga, pengacara Perhimpunan Penghuni Rumah Susun (PPRS) apartemen GCM kepada wartawan, sesaat tadi.

Ia mengatakan, kedua orang tersebut langsung diamankan security dengan pengawalan polisi untuk dimintai keterangan.


"Mereka ngaku diajak rekannya untuk memperbaiki listrik dengan bayaran Rp 250 ribu per tower. Setelah dimintai keterangan, kami persilakan pulang," ungkapnya.

Lingga mengungkapkan, puluhan preman yang berkeliaran selama sepekan ini di apartemen GCM merupakan orang suruhan dari pengurus PPRS tandingan di bawah naungan mantan Asisten Teritorial Kepala Staf Angkatan Darat (Aster KSAD) Mayjen (Purn) Saurip Kadi dan advokat yang baru-baru ini diangkat jadi pengacara dan konsultan hukum Presiden SBY dan keluarga, Palmer Situmorang.

"Mereka dibayar untuk menghidupkan panel listrik di gardu yang memang dipadamkan oleh pengelola," ungkap Lingga.

Ia menegaskan, tindakan pemadaman listrik dilakukan terhadap segelintir unit karena berbulan-bulan menunggak pembayaran rekening listrik ke pengelola.

"Sesuai aturan, pengelola dan pengurus PPRS GCM sepakat akan memadamkan listrik di setiap unit karena sudah menunggak pembayaran minimal tiga bulan," tegasnya.

Diakui Lingga, pasca pemadaman listrik sebagian warga bingung dan merasa tertipu karena saat dimintai pertanggungjawaban pembayaran listrik, pengurus PPRS besutan Saurip Kadi mengaku sudah membayar kewajiban warga kepada pengelola.

"Kami pastikan tidak ada pembayaran listrik dari PPRS besutan Saurip Kadi kepada pengelola. Mana buktinya, silahkan warga menuntut ke Saurip Kadi cs," ungkapnya. [dem]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Kampus Demokrasi Obama

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:54

Presiden Prabowo Kemudikan Kapal Indonesia Menuju Ekonomi Pancasila

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:36

Merekonstruksi Ulang Konsolidasi Kebangsaan

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:18

Keberadaan DSI Perlu Dievaluasi Ulang dalam Tata Niaga Sawit

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:59

Usaha Jufriyah Terus Keruk Cuan Bersama BRI

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:34

Perdamaian AS-Iran Tanpa Israel

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:16

Turnamen Tenis Meja Masduki Cup 2026 Mengukir Asa Menuju Pentas Dunia

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:55

BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Berbagai Solusi Finansial

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:35

Koperasi Menjaga Keseimbangan

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:15

Gaya Hidup Sehat dan Kebersamaan Harus jadi Kebutuhan

Selasa, 23 Juni 2026 | 02:55

Selengkapnya