Berita

tjahjo kumolo/net

PDIP Tolak Saksi Parpol Dibiayai Negara

SENIN, 27 JANUARI 2014 | 21:52 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menolak saksi partai politik peserta Pemilu 2014 di tiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) dibiayai oleh Negara.

"Sebagaimana hasil rapat DPP, setelah mengidentifiksi masalah dan mempertimbangkan dengan berbagai aspek, kami menolak dana saksi di tiap TPS dibiayai Negara/APBN," ujar Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo dalam pesan elektroniknya kepada Rakyat Merdeka Online, sesaat tadi (Senin, 27/1).

Tjahjo menjelaskan pembiayaan saksi dari dana APBN mengganggu kemandirian partai dalam pelaksanaan Pemilu. Selain itu, penggunaan uang negara untuk biaya saksi parpol susah dipertanggungjawabkan dan rawan korupsi.


"Yang menyerahkan dana ke saksi siapa? Persepsi di bawah pasti Pemerintah yang membiayai, lalu itu bisa disamakan dengan bantan tunai dari Pemerintah seperti dana BOS, dana Balsem/BLT dan lain-lainnya," kata Tjahjo.

Selain menolak pembiayaan saksi parpol oleh APBN, PDIP juga meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menjelaskan ke publik mengenai rencana membentuk dan membiayai saksi relawan yang bernama Mitra Pengawas Pemilu Lapangan (Mitra PPL).  PDIP mengingatkan jangan sampai relawan saksi jadi faktor X  penyebab demokratisasi terhalang dalam pileg dan pilpres.

"Rekrutmen relawannya dari mana, dan siapa yang direkrut. Kalau mahasiswa misalnya tiadk masalah. Tapi kalau oknum PNS atau oknum aparat tentu akan mempengaruhi demokrasi di tingkat TPS," kata Tjahjo

Seperti diketahui, Bawaslu kembali menerima kucuran dana sebesar Rp 1,5 triliun dari pemerintah untuk mengawasi penyelenggaran Pemilu Legislatif 2014. Dana sebanyak itu dialokasikan mendanai relawan Bawaslu yang bernama Mitra PPL sebesar Rp 800 miliar dan untuk membayar pengawas atau saksi dari 12 parpol peserta pemilu sebesar Rp 700 miliar. [dem]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Kampus Demokrasi Obama

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:54

Presiden Prabowo Kemudikan Kapal Indonesia Menuju Ekonomi Pancasila

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:36

Merekonstruksi Ulang Konsolidasi Kebangsaan

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:18

Keberadaan DSI Perlu Dievaluasi Ulang dalam Tata Niaga Sawit

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:59

Usaha Jufriyah Terus Keruk Cuan Bersama BRI

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:34

Perdamaian AS-Iran Tanpa Israel

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:16

Turnamen Tenis Meja Masduki Cup 2026 Mengukir Asa Menuju Pentas Dunia

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:55

BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Berbagai Solusi Finansial

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:35

Koperasi Menjaga Keseimbangan

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:15

Gaya Hidup Sehat dan Kebersamaan Harus jadi Kebutuhan

Selasa, 23 Juni 2026 | 02:55

Selengkapnya