Berita

Gangguan, KRL Jurusan Tanah Abang-Serpong Tak Bisa Jalan

SENIN, 27 JANUARI 2014 | 20:18 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Penumpukan penumpang terjadi di stasiun Kebayoran Lama malam ini (Senin, 27/1). Saking padatnya, sampai-sampai penumpang sukar untuk bergerak baik yang mau masuk atau keluar stasiun.

Penyebabnya, ada gangguan yaitu kabel listrik terputus antara stasiun Sudimara dan Serpong. Sehingga, KRL Commuter Line yang mestinya berangkat ke Serpong pukul 19.15 WIB masih tertahan di Stasiun Kebayoran Lama.

Berdasarkan informasi yang disampaikan lewat pengeras suara, perbaikan akan memakan waku lebih dari 1 jam.


"Kami mohon maaf atas ketidaknyaman dan gangguan perjalanan Anda. Kepada penumpang kami sarankan mencari transportasi alternatif lainnya," saran petugas stasiun.

Karena tak ingin lama menunggu, sebagian penumpang memilih untuk mencari moda transpotasi lainnya. Mereka terlihat menukarkan atau mengembalikan tiket yang telah dibeli. "Angkotnya dari sana Bu," jawab salah seorang petugas keamanan yang tampak sibuk meladeni penumpang yang menanyakan angkot dengan jurusan tertentu.

KRL jurusan Tanah Abang-Serpong ini melewati stasiun Palmerah, Kebayoran, Pondok Ranji, Jurangmangu, Sudimara, Rawa Buntu. Gangguan juga dialami KRL jurusan sebaliknya. Selain sampai Serpong, rute ini juga dilalui Kereta Api jurusan Rangkas Bitung, hingga Merak.

Keterlambatan ini tentu membuat kecewa penumpang. Termasuk seorang anak muda yang berusia kira-kira 32 tahun. Anak muda yang mengenakan kaos dibalut jaket hitam awalnya senang meski terengah-engah begitu sampai di stasiun. Karena dia akhirnya masih dapat kereta setelah berlari-lari dari jarak sekitar 50 meter. Kesenangannya berubah setelah mengetahui ternyata perjalanan kereta mengalami keterlambatan.

"Waduh, gangguan, ya!" katanya dengan mimik kecewa. [rus]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya