Berita

Politik

Megawati Galang Petisi Tuntut SBY

SENIN, 27 JANUARI 2014 | 17:19 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Angka kematian ibu melahirkan (AKI) di Indonesia masih tinggi. Alih-alih bisa ditekan, justru AKI semakin meningkat setiap tahunnya.

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mencatat pada tahun 2007 AKI mencapai 228 korban jiwa per 100 ribu. Pada tahun 2012, AKI meningkat ke angka 357 korban jiwa per 100 ribu. Artinya, lebih kurang 14 ribu ibu meninggal karena melahirkan setiap tahunnya.

Masih tingginya AKI ini memicu Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri menggalang petisi yang mendesak pemerintah untuk mengatasinya. Megawati menggalang petisi tersebut lewat situs perubahan, change.org.


"Saya Megawati Soekarnoputri meminta Presiden SBY agar menjadikan ini prioritas pada tahun 2014,"  kata Mega dalam petisinya.

Mega mengatakan lebih kurang 14 ribu ibu di Indonesia meninggal karena melahirkan setiap tahun. Artinya, Indonesia memiliki jumlah AKI tertinggi di ASEAN. Singapura mencatat AKI paling rendah, hanya 3/100 ribu, disusul Malaysia dengan 5/100 ribu, Thailand dengan 8/100 ribu, dan Vietnam dengan 50/100 ribu.

Presiden RI periode 2001-2004 ini mencontohkan kasus kematian yang merenggut Julia Siska Makatey saat berjuang untuk melahirkan bayi yang telah dikandungnya selama kurang lebih 9 bulan di penghujung tahun 2013 lalu hanya salah satu contoh ibu yang mati melahirkan. Terlepas dari simpang siur penyebab kematian Siska karena kasus malpraktik dokter yang menanganinya, Siska nyata mengalami keterlambatan penanganan hingga nyawa menjadi pertaruhan terakhir. Ada ratusan ibu lain yang juga mengalami nasib serupa. Harusnya ibu melahirkan tidak boleh mati!

Dalam petisinya Megawati juga meminta Presiden SBY memerintahkan dengan tegas para jajaran aparatur negara untuk aktif mengatasi tinggi AKI. Presiden SBY harus mendorong lembaga legislatif membuat kebijakan tanggap darurat penunuran AKI, mendorong Kementerian Kesehatan menekan AKI dengan menyiapkan infrastruktur yang tanggap ibu hamil dan ibu melahirkan, dan meminta kepala daerah menjadikan penurunan AKI sebagai agenda prioritas utama.

Sampai pukul 17.15 WIB tadi, petisi yang digalang Megawati mendapat 33 pendukung, yang salah satunya datang dari aktivis perempuan, Musdah Mulia.

"Bantu saya menandatangani sekaligus sebarkan petisi ini, agar lahir perubahan konkret dan positif mengurangi kematian ibu melahirkan di Indonesia, karena ibu melahirkan tidak harus mati!" tulis Mega dalam petisinya.[dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Tokoh Reformasi Amien Rais, Megawati, Sultan HB X dan Gus Dur

Selasa, 12 Mei 2026 | 14:15

KPK Panggil Mantan Kepala BBPJN Stanley Cicero

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:55

Trump Geram Kuba Tak Kunjung Tumbang Meski Dihantam Embargo Minyak AS

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:54

UEA Diduga Diam-Diam Ikut Serang Iran

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:47

Juri Lomba Cerdas Cermat Jangan Antikritik

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:45

Dua Ajudan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Digarap KPK

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:41

Purbaya Dorong Insentif Mobil Listrik di Tengah Ancaman Konflik Iran-AS Berkepanjangan

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:25

Gibran Puji Inovasi Transportasi Gratis Pemprov DKI

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:20

Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalbar Harus Diulang

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Aktivis Global Sumud Flotilla Alami Penyiksaan Selama Ditahan Israel

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Selengkapnya