Berita

Politik

Sabda Alam Tak Bisa Dilawan, Peringatan Ahli Dasar Pengurangan Risiko

MINGGU, 26 JANUARI 2014 | 15:51 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana Alam, Andi Arief, setuju dengan pernyataan budayawan Sudjiwo Tedjo bahwa alam tidak pernah memberi bencana pada manusia tetapi manusialah yang harus mengerti apa maunya alam, sehingga lebih tepat disebut sabda alam, bukan bencana alam.

Faktanya, kata Andi Arief, banjir Jakarta dan kota-kota lain, letusan Gunung Sinabung dan gempa selatan jawa serta gemuruh angin puting beliung yang terjadi belakangan ini nampaknya memang alam sedang bersabda.

"Tapi ilmuwan sudah jauh-jauh hari memberi pengertian melalui hasil penelitian pada masyarakat dan pemerintah bahwa banjir Jakarta, Sinabung dan gempa selatan jawa. Para ilmuwan sudah berkali-kali mengingatkan kejadian itu," kata Andi Arief dalam pesan elektroniknya kepada redaksi (Minggu, 26/1).


Namun sayangnya, kata dia, seperti juga nabi Nuh yang berupaya mengingatkan kaumnya, banyak masyarakat yang meremehkan peringatan para ahli tersebut termasuk Pemkab dan Pemda. Alam bersabda, ilmuwan membaca dan masyarakat harus percaya. Letusan Merapi, Kelud, Dieng, Bromo, Tambora, Agung, Krakatau dan banyak gunung lainnya sudah berkali-kali diingatkan para ahli. Demikian juga patahan aktif darat sepanjang Sumatera, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi sampai Papua, termasuk potensi megathrust di zone subduksi Aceh, Mentawai, Selat Sunda, Selatan Jawa, Bali, Lombok, NTT, Sulawesi sampai Papua sudah bisa dibaca para ahli dan secara terang benderang semuanya memiliki siklusnya masing-masing.

"Sabda alam tak bisa dilawan, namun peringatan para ahli bisa menjadi dasar pengurangan resiko. Tsunami Aceh cukup menjadi pelajaran kita sebagai bangsa atas ketidak mengertian kita sebagai mahluk yang tak mengerti apa maunya alam," katanya.

"Tapi letusan Merapi dan Sinabung menjadi contoh bagaimana ratusan ribu orang terhindar dari bencana karena masyarakat patuh pada peringatan para ahli. Hanya banjir Jakarta yang sudah tercemar ulah politisi yang membuat pengetahuan menjadi tidak berguna. Pepatah Jepang mengatakan: tak ada lagi gunanya tangisan jika tak ada persiapan. Kita harus mau mengerti maunya alam," demikian Andi Arief.[dem]


Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya