Berita

jusuf kalla/net

JK: Kemenag Lebih Sibuk Mengurus Haji Ketimbang Masjid

MINGGU, 26 JANUARI 2014 | 12:42 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI), HM Jusuf Kalla mengajak Kementerian Agama RI bersama-sama menata masjid-masjid di Indonesia. Menurut JK, selama ini kementerian yang dipimpin Suryadharma Ali itu lebih sibuk mengurus haji ketimbang masjid.

"Orang orang di Kementrian Agama, jangan nanti kalau masalah haji semua sibuk, tapi mengurus masjid tidak. Jadi mari kita sama sama memperbaiki masjid. Kemenag harus mengembalikan kepada umat apa yang telah didapatnya dari masyarakat, melalui mesjid," ujar JK saat berpidato pada acara peluncuran 50 unit mobil pemelihara masjid, di Masjid Istiqlal, Jakarta Minggu (26/1).

Jelas Wakil Presiden RI priode 2004-2009 ini dalam rilisnya, sasjid adalah sarana strategis yang butuh perhatian pemerintah, karena tempat umat beribadah dan menjalankan berbagai aktivitas. Kalau perhatian pemerintah kurang, bisa saja di masjid berkembang faham radikal yang bisa merepotkan pemerintah sendiri.


Mendengar sindiran JK, Wakil Menteri Agama, Nasaruddin Umar, mengaku malu karena institusi lain telah membuat MoU kerjasama di berbagai bidang dengan DMI, tapi Kementrian Agama RI sendiri malah belum. Kalau begitu, jawab Wamenag, insyaallah kata dia, pihaknya akan mengusulkan anggaran masjid dinaikkan, dan akan peduli dengan program dewan mesjid.

"Kami berterima kasih kepada Pak Jusuf Kalla, karena mau mengurus masjid. Di luar banyak tokoh, tapi tidak akrab dengan masjid seperti Pak Jusuf Kalla," kata Nasaruddin.

50 unit mobil pemelihara masjid yang baru diluncurkan, akan berkeliling menata sound system masjid di seluruh Indonesia agar tidak mendengung. Ini merupakan pekerjaan besar, kata JK. Biaya yang dibutuhkan sekitar Rp 300 miliar untuk memperbaiki sound system 100 ribu masjid selama 3 tahunan.

Untuk menjalankan program ini, JK menunjuk Rudiantara, mantan Wakil Dirut Semen Gresik dan PLN sebagai Kordinator Program. Serta, Sofyan Djalil, mantan Menteri BUMN sebagai Penanggungjawab. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya