Berita

prof. Bahtiar effendy

Prof. Bahtiar: Dua Keanehan Fatal di Balik Putusan MK

MINGGU, 26 JANUARI 2014 | 09:39 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Di luar soal permberlakuan putusan Mahkamah Konstitusi mengenai pilpres dan pileg dilakukan serentak serta akibat-akibat yg mungkin ditimbulkan jika diberlakukan sekarang, ada persoalan yang amat serius dengan MK.

Persoalan serius itu adalah, pertama, mengapa MK harus ikut menentukan waktu pelaksanaan sebuah peristiwa politik-kenegaraan, yang dalam hal ini adalah pemilu? Kedua, mengapa baru diumumkan menjelang pelaksanaan pileg?

Demikian disampaikan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Prof. Bahtiar Effendy dalam perbincangan dengan redaksi (25/1).


"Ada baiknya para hakim MK membaca kembali UU tentang MK. Bahwa tugas mereka adalah memastikan tidak ada UU, peraturan, atau kebijakan yang bertentangan dengan UUD. Untuk itu MK dibeberi wewenang memutuskan bahwa suatu UU, peraturan atau kebijakan berlawanan atau tidak dengan UUD," ujar Prof. Bahtiar.

Lantas, karena putusan MK itu bersifat segera bisa dilakukan, mengapa MK baru mengumunkan beberapa hari lalu. Padahal hal tersebut sudah diputuskan di bulan Maret 2013.

"Jika mantan ketua MK Mahfud berpendapat bahwa mestinya putusan MK diumumkan 2 hingga 4 minggu setelah diputus, jelas penundaan pengumuman itu merupakan kekhilafan serius pada diri hakim-hakim MK," katanya lagi.

Jika kita tidak berprasangka buruk bahwa penundaan tersebut ada motif politiknya, maka bisa diduga bahwa hal tersebut disebabkan oleh "kelalaian" yang sangat fatal, dan tidak seharus dilakukan lembaga terhormat seperti MK.

"Karena itu, alasan MK bahwa jika pemilu serentak dilakukan 2014 ini bakal menyebabkan tahapan persiapan pemilu terganggu hanyalah akal-akalan MK untuk menutupi kelalaian mereka yang membiarkan sebuah putusan baru diumumkan setelah 10 bulan diputus.

Jika MK serius dengan tugasnya, dan putusan tersebut diumumkan Maret 2013 lalu, maka hal tersebut tidak akan mengganggu tahapan pemilu. Dan yang lebih penting lagi tidak menimbulkan perdebatan hukum: apakah pemilu 2014 konstitusional atau tidak. Jika MK berpendapat bahwa pileg dan pilpres yang tidak dilakukan serentak melanggar UUD, maka konsekuensinya pemilu 2014 juga melanggar UUD.

"Jika dua hal di atas tidak dipahami oleh MK, hanya ada satu penilaian: bahwa MK memang tidak sungguh-sungguh atau main-main di dalam menjalankan tugas yang semestinya mulia itu. Jika demikian keadaannya, apalagi yang bisa diharapkan dari lembaga-lembaga negara yang dimiliki republik ini," demikian Prof. Bahtiar. [dem]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Kampus Demokrasi Obama

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:54

Presiden Prabowo Kemudikan Kapal Indonesia Menuju Ekonomi Pancasila

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:36

Merekonstruksi Ulang Konsolidasi Kebangsaan

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:18

Keberadaan DSI Perlu Dievaluasi Ulang dalam Tata Niaga Sawit

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:59

Usaha Jufriyah Terus Keruk Cuan Bersama BRI

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:34

Perdamaian AS-Iran Tanpa Israel

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:16

Turnamen Tenis Meja Masduki Cup 2026 Mengukir Asa Menuju Pentas Dunia

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:55

BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Berbagai Solusi Finansial

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:35

Koperasi Menjaga Keseimbangan

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:15

Gaya Hidup Sehat dan Kebersamaan Harus jadi Kebutuhan

Selasa, 23 Juni 2026 | 02:55

Selengkapnya