Berita

kiai sahal/net

Kader PPP se-Indonesia Diimbau Sholat Ghaib untuk Kiai Sahal

JUMAT, 24 JANUARI 2014 | 10:09 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya atas wafatnya Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dr (HC). KH Mohammad Ahmad Sahal Mahfudz.


"Umat Islam Indonesia kembali kehilangan putra terbaiknya yang dikenal luas pengetahuan keislaman dan moderasinya," Sekjen DPP PPP M. Romahurmuziy (Romy) kepada redaksi sesaat lalu, Jumat (24/1).

Menurutnya, Kiai Sahal selama memimpin MUI dikenal sebagai ulama yang santun, berpengetahuan mendalam, moderat, namun tidak kehilangan ketegasan dalam soal penegakan akidah. Kiai Sahal sendiri pada November 2005 pernah menerima penghargaan dari PPP atas konsistensinya sebagai Ketua MUI Pusat, dalam perannya menjaga dan melestarikan kemurnian syariat Islam.

Menurutnya, Kiai Sahal selama memimpin MUI dikenal sebagai ulama yang santun, berpengetahuan mendalam, moderat, namun tidak kehilangan ketegasan dalam soal penegakan akidah. Kiai Sahal sendiri pada November 2005 pernah menerima penghargaan dari PPP atas konsistensinya sebagai Ketua MUI Pusat, dalam perannya menjaga dan melestarikan kemurnian syariat Islam.

Interaksi terakhir DPP PPP dengan Kiai Sahal, kata Romy, saat beliau dirawat di RS Karyadi beberapa waktu lalu, dimana rombongan DPP dipimpin langsung Ketua Umum Suryadharma Ali di sela pembekalan caleg DPRD se-Jateng, untuk menjenguk dan mendoakan beliau.

Ketua Komisi IV DPR ini menambahkan, DPP menghimbau kepada seluruh DPC PPP se-Indonesia untuk melaksanakan Sholat Ghaib yang dipimpin Majelis Syariah DPC masing-masing mendoakan Kiai Sahal.

"Semoga Allah SWT mengampuni segala dosanya, menerima segala amalnya, dan meringankan langkah menghadap Allah SWT. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan. Selamat beristirahat di keabadian, Kiai," pungkas Romy. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya