Berita

DR. Rizal Ramli

ANTI KORUPSI

Rizal Ramli Pernah Minta Ditusuk Garpu

KAMIS, 23 JANUARI 2014 | 00:58 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Rizal Ramli tersentak kaget. Anak sulungnya Dipo, yang ketika itu masih duduk di bangku kelas tiga SMA, mendapat tawaran menjadi pemegang saham dan direktur di sebuah perusahaan.

Rizal Ramli sedang dalam perjalanan dengan rombongan kecil meninjau sebuah daerah pusat produksi pertanian. Ketika itu ia masih menjabat sebagai Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog).

Ia sengaja membawa Dipo dalam perjalanan agar memiliki pengalaman mengunjungi daerah-daerah di Indonesia.


Cerita ini disampaikan Rizal Ramli ketika berbicara di debat publik capres Konvensi Rakyat di Medan International Convention Center (MICC) akhir pekan lalu (Minggu, 19/1). Rizal Ramli pernah juga menyampaikan cerita ini dalam berbagai kesempatan lain sebelumnya.

Inti dari cerita Rizal Ramli ini tentang godaan besar yang selalu dihadapi seorang pejabat pemerintah. Sang pejabat mungkin bisa menepis godaan-godaan itu. Tetapi godaan tadi bisa saja datang lewat orang-orang terdekat dengan diri sang pejabat.

"Setelah mendengar laporan Dipo, saya minta mobil berhenti sebentar di sebuah warung di pinggir jalan. Saya jelaskan kepada Dipo bahwa si pemberi tawaran memiliki maksud lain yang tidak baik, dan karena itu harus ditolak," kata Rizal Ramli.

"Kalau Dipo tetap terima, mendingan Dipo tusuk saja Papa sekarang dengan garpu ini," ujar Rizal Ramli mengambil garpu di atas meja yang ada di depannya.

"Karena itu sama artinya dengan membunuh Papa," sambung Rizal.

Rizal menjelaskan bahwa tawaran itu tidak akan diberikan andai Dipo bukanlah anak seorang Kepala Bulog. Rizal Ramli bersyukur karena anaknya dapat mengerti dan menolak tawaran tersebut.

Godaan lain datang lewat istri Rizal Ramli, alm. Hera yang bekerja sebagai arsitektur. Seorang pengusaha menawarkan tanah ratusan hektar kepada Hera. Menyadari bahwa tawaran tanah itu adalah bentuk sogokan yang bisa menjerat sang suami, Hera menolak. Ia pun menceritakan hal ini kepada Rizal Ramli.

"Jadi, mengaku anti korupsi dan menyatakan siap melawan korupsi itu mudah. Tetapi saat bibitnya datang lewat orang terdekat, belum tentu semua pejabat bisa menghadapinya," demikian Rizal Ramli. [dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Tokoh Reformasi Amien Rais, Megawati, Sultan HB X dan Gus Dur

Selasa, 12 Mei 2026 | 14:15

KPK Panggil Mantan Kepala BBPJN Stanley Cicero

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:55

Trump Geram Kuba Tak Kunjung Tumbang Meski Dihantam Embargo Minyak AS

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:54

UEA Diduga Diam-Diam Ikut Serang Iran

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:47

Juri Lomba Cerdas Cermat Jangan Antikritik

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:45

Dua Ajudan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Digarap KPK

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:41

Purbaya Dorong Insentif Mobil Listrik di Tengah Ancaman Konflik Iran-AS Berkepanjangan

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:25

Gibran Puji Inovasi Transportasi Gratis Pemprov DKI

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:20

Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalbar Harus Diulang

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Aktivis Global Sumud Flotilla Alami Penyiksaan Selama Ditahan Israel

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Selengkapnya