Berita

sby di tenda/net

BNPB: Tidak Benar Presiden Menginap di Tenda Seharga Rp 15 Miliar

RABU, 22 JANUARI 2014 | 22:07 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Presiden SBY akan menggunakan tenda posko Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk menginap selama berkunjung melihat kondisi langsung warga erupsi Gunungapi Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, besok (Kamis, 23/1).

Tenda tersebut biasanya digunakan BNPB dan BPBD untuk posko lapangan dan menampung pengungsi. Begitu pula para menteri yang mendampingi presiden juga akan menginap di tenda posko/pengungsi tersebut.

Hal ini disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho untuk menepis berbagai berita dan isu miring yang berkembang di sosial media yang memberitakan bahwa Presiden SBY akan menginap di tenda VVIP seharga Rp 15 miliar.


"Itu tidak benar," tegas Sutopo singkat dalam pesannya, Rabu malam (22/1).

Jelas dia, BNPB tidak punya tenda VVIP seharga Rp 15 miliar, seperti yang banyak diributkan. Harga tenda posko yang digunakan menginap presiden tersebut Rp 60 juta per unit.

Menurut Sutopo, tenda yang akan digunakan Presiden SBY nanti banyak digunakan BNPB/BPBD di banyak tempat bencana seperti di Way Ela Maluku, di Mentawai, Gempa Aceh, Yogyakarta, banjir Jakarta dan sebagainya. BNPB juga telah banyak mendistribusikan tenda pengungsi ke BPBD untuk kegiatan penanggulangan bencana.

"Jadi tidak ada tenda VVIP di Sinabung yang akan digunakan untuk menginap Presiden. Presiden akan menginap dan melakukan rapat terbatas di tenda pengungsi yang biasa digunakan BNPB/BPBD untuk penanggulangan bencana. Presiden akan memimpin langsung solusi penanganan erupsi Gunung Sinabung," ungkapnya.

"Saya saat ini posisi di depan tenda posko/pengungsi yang akan digunakan menginap Presiden SBY dan rombongan menteri. Tenda didirikan di Gereja Paroki, Kec Kabanjahe, Kab Karo," tambah Sutopo. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya