Berita

SBY/net

SBY Bantu Korban Banjir Karawang Rp 1 Miliar

SELASA, 21 JANUARI 2014 | 19:42 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membantu korban bencana banjir Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat sebesar Rp 1 miliar secara simbolis.

"Saya akan memberikan bantuan untuk Kabupaten Karawang sebesar Rp 1 miliar untuk mendukung kekuatan logistik. Bisa hari ini, bisa besok. Silakan diurus," ujar SBY seperti dilansir dari situs resmi presidenri.go.id, Selasa, (21/1).

Saat meninjau langsung korban dan dampak banjir Karawanga tadi sore, SBY meminta pemerintah daerah menggunakan sumber daya yang ada untuk menangani bencana alam. Jika belum mencukupi, pemerintah pusat akan membantu.


"Instruksi saya, gunakan sumber logistik dari sumber daya yang ada. Kalau logistik kabupaten ada gunakan, kalau provinsi ada gunakan pula, kalau buruh bantuan pusat akan dibantu. APBN dan APBD digunakan untuk mengatasi bencana ini," ujar Presiden.

Kepala Negara meninjau banjir di Karawang ini bersama Ibu Negara Ani Yudhoyono dan sejumlah menteri terkait. Usai rapat terbatas membahas penanganan bencana di Kantor Presiden, sekitar pukul 15.30 WIB, SBY langsung menuju posko pengungsi banjir di Terminal 163, Kompleks Rukan Karawang Hijau, Kelurahan Purwadana, Kecamatan Karawang Barat.

Di posko ini, Presiden mendapatkan laporan dari Bupati Karawang Ade Swara. Menurut Ade, terjadi tanah longosr di Karawang selatan pada 9 Januari lalu. Kemudian disusul puting beliung yang menghantam 10 desa dan merusak sekitar 1.000 rumah. Belum selesai, muncul banjir yang menenggelamkan 173 desa dari 28 kecamatan.

Kendati banjir di Karawang sudah berangsur surut, namun SBY mengingatkan bahwa cuaca buruk belum berakhir. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisikan (BMKG) Kementerian Perhubungan, cuaca buruk masih akan terjadi hingga Maret mendatang.

"Ini belum aman. Jaga-jaga dan cepat bertindak sebagaimana yang kita lakukan sekarang ini," imbuhnya.

SBY kembali meminta pemerintah daerah serius menangani korban bencana dan pengungsi, termasuk harta benda dan rumah mereka.

"Pastikan pengungsi dilayani dengan baik, makanannya, minumannya, kalau ada yang sakit obat-obatannya," tandasnya. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya