Berita

Politik

PDIP Sesalkan Demokrat Serang Balik Kritikan

SELASA, 21 JANUARI 2014 | 00:41 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyesalkan sikap politisi Partai Demokrat yang mengecam kritikan terhadap kinerja Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

PDIP menilai pernyataan fungsionaris Partai Demokrat Farhan Effendy yang menyebut Arya Bima arogan karena memberi nilai D terhadap kinerja Presiden SBY menunjukkan sikap anti kritik penguasa yang tentu saja diharamkan dalam demokrasi.

"Dalam berpolitik sah-sah saja saling menyampaikan kritik, apalagi posisi politisi PDIP berada di luar pemerintahan SBY," ujar Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo kepada Rakyat Merdeka Online, malam tadi (Senin, 20/1).


Sebaliknya, kata Tjahjo, politisi Partai Demokrat yang seharusnya beretika dalam menanggapi kritik, bukan dengan semena-mena menyebut pengkritik sebagai orang yang arogan. Tjahjo menegaskan kritik yang disampaikan Arya Bima dan kader Banteng lainmya terhadap pemerintah bukan asal kritik, melainkan selalu didasarkan atas data obyektif.

"Kami sangat menyesalkan malah ada tudingan balik dari politisi Demokrat terhadap politisi PDIP yang menyampaikan kritik," imbuh Tjahjo.

Lebih lanjut Tjahjo mengingatkan kritik sangat diperlukan sebagai evaluasi untuk memperbaiki kinerja.

"Kalau tidak ada yang mengoreksi maka jadinya yes man semuanya. Bukankah itu tidak baik bagi jalannya pemerintahan," demikian Tjahjo.

Diberitakan sebelumnya, Arya Bima memberi nilai D terhadap kinerja Presiden SBY. Sekretaris DPP Partai Demokrat Farhan Effendy menyebut pernyataan tersebut arogan, emosional dan mengandung kebohongan.

Menurut Sekretaris Bidang  Pengembangan Strategi dan Kebijakan DPP Partai Demokrat itu pernyataan Arya tidak masuk akal karena selama ini kepemimpinan SBY dinilai rakyat kecil sukses dan mendamaikan keadaan. Namun oleh Arya dikatakan tidak jelas.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya