Berita

andi arief/net

Andi Arief: Banjir Jakarta Akan Berkurang Drastis di 2016

MINGGU, 19 JANUARI 2014 | 20:10 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Katulampa adalah sistem peringatan dini banjir bagi penduduk Jakarta dan sekitarnya. Ini lantaran air dari hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung tersebut melalui bendung Katulampa mengalir melalui daerah Depok dan akhirnya sampai di Pintu Air Manggarai.

Selain posisi geologisnya, ternyata persoalan serius yang selama ini dihadapi adalah Kanal Banjir Barat dari Pintu Air Manggarai memiliki keterbatasan daya tampung yang hanya berkisar 290-340 meter kubik per detik. Sehingga apabila debit air yang tercatat di Bendung Katulampa berkisar antara 275 - 441 meter kubik per detik, maka status Jakarta adalah SIAGA 2.

Demikian disampaikan Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana Alam, Andi Arief, dalam rilis yang diterima redaksi sesaat lalu (Minggu, 19/1).


Menurut dia, jika debit air yang tercatat berada di atas 441 m kubik per detik, maka status Jakarta adalah SIAGA 1. Status SIAGA 1 dan 2 merupakan peringatan kepada warga penduduk DKI Jakarta yang tinggal di bantaran sungai Ciliwung untuk bersiap menghadapi luapan genangan Sungai Ciliwung.

"Peningkatan debit signifikan di Bendung Katulampa terjadi sejak 1985. Beberapa kali debit air yang melimpah mencapai angka 600 meter kubik per detik. Catatan Banjir pada tahun 1996, 2002 dan 2007 terjadi dimana debit yang melewati Bendung Katulampa lebih dari 600 meter kubik per detik. Bahkan pada tahun 2010 mencapai rekor 630 meter kubik per detik," ujarnya.

Disampaikan Andi bahwa untuk mengantisipasi luapan banjir sungai Ciliwung, pemerintah pusat telah membangun infrastruktur Kanal Banjir Timur, yang didesain untuk membagi beban kiriman dari hulu DAS Ciliwung agar mampu menampung 350 meter kubik detik.

"Bulan Maret 2015 pembangunan sodetan ini sesuai laporan Kementrian PU, selesai. Jadi, 2016 banjir akan berkurang drastis," tandasnya. [ian]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya