Berita

foto: net

Dunia

Oposisi Suriah Sepakat Hadiri Perundingan Jenewa II

MINGGU, 19 JANUARI 2014 | 14:41 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kelompok oposisi utama Suriah, akhirnya sepakat untuk mengikuti perundingan damai Jenewa II di Montreux, Swiss, pekan depan. Pertemuan ini bertujuan untuk memulai proses perancangan pemerintahan transisi yang diharapkan dapat menghentikan perang di Suriah.

Keputusan itu didapat setelah Pemimpin Koalisi Nasional Suriah Ahmad Jarba mengatakan, kelompoknya akan datang tanpa tawar-menawar mengenai prinsip-prinsip revolusi. Mereka juga percaya perundingan kali ini bukan akal-akalan Presiden Bashar al Assad.

"Meja perundungan bagi kami adalah jalan untuk mencapai tuntutan revolusi," katanya sebagaimana dikutip BBC (Minggu, 19/1).


Disatu sisi, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry menyambut baik keputusan kelompok oposisi itu. Kerry malah menganggap keputusan itu sebagai langkah yang berani.

"Ini adalah langkah berani yang diambil untuk kepentingan semua rakyat Suriah yang telah sangat menderita di bawah kebrutalan rezim Assad dan perang sipil tanpa akhir," ujar pengganti Hillary Clinton itu.

Konflik yang berlangsung selama tiga tahun ini telah menewaskan lebih dari 100.000 orang. Sementara itu, diperkirakan dua juta orang mengungsi meninggalkan Suriah dan 6,5 juta warga terlantar di dalam negeri. [ian]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya