Berita

ilustrasi/net

Dunia

Bom Restoran di Afghanistan Tewaskan Staf IMF dan PBB

SABTU, 18 JANUARI 2014 | 14:44 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Sebuah restoran masakan Lebanon ternama di ibukota Afghanistan, Kabul, diserang bom bunuh diri pada Jumat (17/1).

Wakil Menteri Dalam Negeri Afghanistan Ayoub Salangi mengungkapkan bahwa 15 orang yang sebagian diantaranya merupakan warga negara asing (WNA) menjadi korban tewas dalam peristiwa tersebut.

"Ada serangan bunuh diri di dekat sebuah restoran yang biasa dikunjungi WNA setelah seorang pria meledakkan dirinya dengan bom yang melekat pada tubuhnya," ujar Salangi seperti dikutip dari Reuters (Sabtu, 18/1).


Sementara itu, International Monetary Fund (IMF) mengatakan bahwa perwakilannya di Afghanistan menjadi salah satu dari korban tewas.

Tidak hanya IMF, PBB mengatakan bahwa tiga stafnya juga turut mejadi korban tewas dalam ledakan dan mengutuk serangan yang digambarkan sangat mengerikan itu.

"Serangan yang ditargetkan terhadap warga sipil tersebut benar-benar tidak dapat diterima dan melanggar hukum kemanusiaan internasional. Mereka harus segera dihentikan," kata jurubicara PBB Farhan Haq.

Tak lama usai insiden ini terjadim, kelompok militan Taliban mengaku sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan di distrik Wazir Akbar Khan, yang terdapat banyak kedutaan dan restoran untuk ekspatriat itu. [ian]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya