Berita

net

Politik

Pemerintah, Segera Terbitkan PP Program Jaminan Pensiun!

JUMAT, 17 JANUARI 2014 | 17:14 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

R‎MOL. Pelaksanaan BPJS Ketenagakerjaan terancam gagal dikarenakan hingga hari ini Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Manfaat Program dan RPP tentang Jaminan Pensiun sama sekali belum dibahas, padahal kedua RPP ini adalah dasar acuan berjalannya BPJS Ketenagakerjaan.

"Kami mendesak pemerintah paling lambat April 2014 harus sudah menyelesaikan dua RPP itu menjadi PP," ujar Sekjen Komite Aksi Jaminan Sosial(KAJS) Said Iqbal kepda redaksi (Jumat, 17/1).

Menurut Said Iqbal, sampai hari ini dari 44 juta buruh formal hanya 30 persennya, atau sebanyak 12,04 juta buruh yang menjadi peserta Jaminan Hari Tua (JHT) Jamsostek. Dari jumlah itu hanya 5 persen buruh peserta JHT yang memiliki Jaminan Pensiun.


Ini berarti, kata dia, lebih dari 90 persen buruh formal terancam tidak memiliki jaminan pensiun pada 1 Juli 2015.

"Kami mendesak PP mengenai Program Jaminan Pensiun memuat aturan premi pensiun sebesar 12-15 persen sebagaimana yang kami usulkan," imbuhnya.

Selain terkait kedua PP tersebut, KAJS kata Iqbal, juga mendesak agar dana JHT sebesar Rp 1,6 triliun milik pekerja peserta Jamsostek di BPJS Ketenagakerjaan diserahkan kepada para pekerja.

"BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan wajib diaudit oleh BPK," demikian Said.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya