Berita

rizal ramli/rmol

Politik

Perguruan Tinggi Harus Siapkan SDM Sambut Pasar Bebas

JUMAT, 17 JANUARI 2014 | 10:07 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Ekonom senior Rizal Ramli mengatakan bangsa Indonesia harus mampu berkompetisi dalam merebut pasar bebas ajang Asean Economic Community 2015.

Demikian disampaikan Tokoh Perubahan ini sebagai keynote speech dalam seminar nasional "Repsosisi Ekonomi Indonesia Menyongsong Masyarakat Ekonomi Asean 2015" yang digelar Fakultas Ekonomi UBH bekerja sama dengan Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia Yogyakrta di Aula Balairung Caraka, Kampus I UBH Ulak Karang, Padang, (Kamis, 16/1).

Melihat kondisi sekarang, kata Rizal, perguruan tinggi sebagai salah satu yang melahirkan generasi muda harus mempersiapkan sumber daya manusianya.


"Bagi perguruan tinggi tujuan yang hendak dicapai adalah mempersiapkan sumber daya insani yang memiliki kompetensi tinggi yang disyaratkan oleh terbentuknya suatu pasar Asean," ungkap peserta Konvensi Rakyat ini.

Lebih jauh ia menjelaskan, dinamika perekonomian global dalam satu dekade terakhir memperkuat tekad negara-negara kawasan Asean untuk memperkokoh kerja sama ekonomi di bawah Asean Economic Community. Bagi Indonesia, pembentukan kominitas ini adalah sebagai harapan sekaligus tantangan.

"Indonesia perlu persiapkan diri untuk menyambut pasar bebas," ungkapnya.

Selain menjabarkan tentang hasil riset tentang kesiapan ekonomi nasional menyongsong Asean Economic Community. Dari seminar nasional tersebut diharapkan dapat memberi kontribusi konkrit berupa hasil riset yang dilakukan oleh para expert di bidangya masing-masing.

Hasil riset tersebut nantinya dijadikan, kata menko perekonomian era Gus Dur ini sebagai pedoman bagi pengambil kebijakan untuk memetakan posisi Indonesia di antara negara-negara Asean dan sebagai forum bertukar pikiran bagi para akademisi, praktisi, birokrat guna bersama-sama berkontribusi dalam menyongsong Asean Economic Community 2015.

Di samping keynote speech dalam seminar nasional, terdapat juga peserta seminar terdiri dari dosen tetap Fakultas Ekonomi, praktisi dan pemerhati ekonomi sebagai pemakalah. Mereka diundang secara terbuka dan mempresentasikan hasil riset tentang kesiapan ekonomi nasional menyongsong pasar bebas. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya