Berita

rizal ramli/net

Politik

RR1: Memilih Karena Popularitas Akan Kecewa

JUMAT, 17 JANUARI 2014 | 09:45 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Memilih pemimpin karena alasan popularitas akan berujung kecewa.

Begitu disampaikan Ketua Umum Aliansi Rakyat untuk Perubahan (ARUP) Dr. Rizal Ramli saat diskusi di Universitas Bung Karno (UBH) Padang, Sumatera Barat, kemarn (Kamis, 16/1).

Jelas Tokoh Perubahan ini, popularitas bukanlah pijakan, pasalnya popularitas bisa direkayasa dengan berbagai cara. Beda dengan elektabilitas, memilih dengan elektabilitas adalah cara yang terukur, fakta dan bukan pencitraan.


Menurut Rizal yang akrab disapa RR1 ini, ada empat kriteria yang harus dimiliki seseorang agar bisa pemimpin, memiliki visi, berkarakter, berkompotensi dan popularitas.

Indonesia butuh pemimpin yang punya visi yang jelas, mau dibawa ke mana Indonesia ke depan. Pemimpin yang punya karakter atau berintegritas, mampu mengemban kepercayaan rakyat dengan amanah. Pemimpin yang berkompetensi tidak harus menguasai semuanya, tapi harus mengetahui hal mendasar.

"Semua kriteria ini tidak bisa direkayasa, kecuali popularitas. Memilih karena poluratitas pasti akan kecewa," ungkap Menko Perekonomian era Gus Dur ini.

"Indonesia tidak butuh pemimpin yang sekadar mengandalkan popularitas. Saya juga minta bangsa Indonesia belajar dari pengalaman sembilan tahun terakhir ini. Bagaimana pemimpin yang hanya bermodal popularitas ternyata tidak mampu memecahkan masalah, tapi malah justru menjadi sumber masalah itu sendiri," tambah peserta konvensi rakyat ini. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya