Berita

Bus Tingkat Wisata Tambah Kemacetan Jakarta!

KAMIS, 16 JANUARI 2014 | 17:27 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Indonesia Traffic Watch mendesak Pemprov DKI Jakarta menunda rencana pengoperasian bus tingkat wisata karena akan menambah kemacetan di ibukota.

"Tunda rencana ngawur itu, sebelum ada jalur khusus yang akan digunakan untuk bus tingkat wisata," ujar Ketua Presidium ITW, Edison Siahaan, dalam keterangan persnya (Kamis, 16/1).  

Edison mengatakan bus tingkat wisata yang sudah didatangkan sebanyak 5 unit dan akan ditambah 20 unit dalam beberapa waktu ke depan, harus memiliki ruas jalan khusus, bukan mengambil ruas jalan yang sudah ada seperti transjakarta (Busway).


Kalau Pemprov DKI tetap mengoperasikan bus tingkat wisata tersebut, kata Edison, berarti sama saja Pemprov DKI memperparah kemacetan lalu lintas ibukota. Tetapi, jika menggunakan jalur khusus dengan mengambil ruas jalan yang ada, maka itu adalah perbuatan yang  merampas hak pengguna jalan dan para pemilik mobil yang nota bene telah membayar pajak.

Edison menilai pengoperasian bus tingkat wisata tersebut  hanya beorientasi bisnis ketimbang kepentingan publik. Sebab kondisi lalu lintas ibu kota  yang masih carut marut, Pemprov DKI memaksakan kehendak dengan menjejali bus tingkat ke ruas jalan yang sudah tidak mampu menampung kendaraan . Sementara tidak ada upaya untuk menambah ruas jalan.  

"Lalu lintas dan angkutan jalan memiliki peran penting sebagai alat pemersatu bangsa dan sarana utama untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, serta mewujudkan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia," kata Edison mengingatkan.[dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Tokoh Reformasi Amien Rais, Megawati, Sultan HB X dan Gus Dur

Selasa, 12 Mei 2026 | 14:15

KPK Panggil Mantan Kepala BBPJN Stanley Cicero

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:55

Trump Geram Kuba Tak Kunjung Tumbang Meski Dihantam Embargo Minyak AS

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:54

UEA Diduga Diam-Diam Ikut Serang Iran

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:47

Juri Lomba Cerdas Cermat Jangan Antikritik

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:45

Dua Ajudan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Digarap KPK

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:41

Purbaya Dorong Insentif Mobil Listrik di Tengah Ancaman Konflik Iran-AS Berkepanjangan

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:25

Gibran Puji Inovasi Transportasi Gratis Pemprov DKI

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:20

Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalbar Harus Diulang

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Aktivis Global Sumud Flotilla Alami Penyiksaan Selama Ditahan Israel

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Selengkapnya