Berita

net

Politik

Kebiasaan Berkomentar Pedas Ani Yudhoyono Dikritik

KAMIS, 16 JANUARI 2014 | 16:25 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Komentar pedas Ani Yudhoyono kepada follower-nya di media sosial Instagram mendapat perhatian dari berbagai pihak. Sikap emosional yang ditunjukan ibu Ani dalam merespon kritikan follower-nya dinilai tidak menunjukan wibawa sebagai seorang ibu Negara.

"Aneh, jika seseorang memposting sesuatu di media sosial hanya ingin mengharapkan pujian serta iba dari orang lain tanpa siap mendapat kritik," ujar Direktur Eksekutif Nurjaman Center Jajat Nurjaman dalam keterangannya (Kamis, 16/1).

Menurut Jajat, Ibu Ani Yudhoyono adalah salah satu ibu Negara yang aktif menggunakan media sosial sebagai alat komunikasi dengan masyarakat. Namun, berbeda dengan para ibu Negara lainnya, ibu Ani adalah satu-satunya ibu Negara yang rajin berkomentar pedas jika mendapat kritikan dari follower-nya.


Jajat menambahkan, sebagai manusia biasa tentu merupakan hal yang wajar jika ibu Ani marah. Namun ia harus mengingat kapasitas dan kewajibannya sebagai ibu Negara, sudah sewajarnya pembawaan diri beliau berbeda dengan rakyat biasa. Ibu Negara harus memberikan contoh yang baik karena merupakan panutan seluruh rakyatnya. Adanya rumor yang menyebutkan ibu Negara ikut dalam menentukan kabinet walaupun sudah di tepis oleh Presiden, apa jadinya jika kebijakan dipengaruhi sikap ibu Negara yang emosional.

"Sebaiknya, ibu Ani belajar banyak tentang cara berkomunikasi melalui media jejaring sosial dari ibu Negara lainnya seperti istri Presiden Amerika, Michelle Obama, Valeri Trierweiler istri dari Presiden Perancis, serta Mehriban Aliyeva istri dari Presiden Azerbaijan," tutup Jajat.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya