Berita

HAMAS Dukung Pelarangan Ekspor Mineral Mentah

RABU, 15 JANUARI 2014 | 23:21 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Gerakan Hatta-Ali Masykur Musa (HAMAS) menyambut baik keputusan Pemerintah RI yang melarang ekspor mineral mentah. Dengan pelarangan itu hari ini harga nikel naik tajam di Chicago Marchentile Exchange karena pasokan dari Indonesia berkurang.

"Kebijakan ini nyata-nyata menguntungkan nama Indonesia sebagai suatu bangsa," kata Sekjen Hamas Edi Darma Pohan kepada wartawan di Jakarta (Rabu, 15/1).

Dia mengatakan Negara kita menguasai sekitar 20 % pasokan nikel dunia. Dengan begitu kebijakan yang dibuat Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa itu bisa menaikkan pajak eskpor mineral mentah.


Ia mengatakan kebijakan larangan ekspor mineral mentah merupakan kebijakan yang didasari keberanian yang luar biasa sehingga perlu untuk diapresiasi.

"Saya katakan demikian karena sebelum diterapkan, sangat banyak penolakan-penolakan didalam negeri atas keputusan itu khususnya dari pihak-pihak yang menyebut dirinya pengusaha minerba. Mungkin perasaan mereka itu benar, namun hari ini kita melihat ternyata kebijakan Hatta Radjasa itu berbuah untuk seluruh bangsa ini," ujarnya.

Ia menambahkan, kebijakan itu juga sangat penting bagi pemanfaatan hasil alam oleh bangsa kita karena selama ini lebih banyak dinikmati oleh bangsa lain dengan harga yg sangat murah.

"Sikap yang diawal-awal tidak populer seperti ini harusnya bisa melekat pada pemimpin bangsa, karena ternyata setelah kebijakan itu berjalan memberikan sumbangsih besar bagi negara. Itu kalau mau Indonesia maju dan bermartabat di dunia internasional," tutupnya.[dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Tokoh Reformasi Amien Rais, Megawati, Sultan HB X dan Gus Dur

Selasa, 12 Mei 2026 | 14:15

KPK Panggil Mantan Kepala BBPJN Stanley Cicero

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:55

Trump Geram Kuba Tak Kunjung Tumbang Meski Dihantam Embargo Minyak AS

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:54

UEA Diduga Diam-Diam Ikut Serang Iran

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:47

Juri Lomba Cerdas Cermat Jangan Antikritik

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:45

Dua Ajudan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Digarap KPK

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:41

Purbaya Dorong Insentif Mobil Listrik di Tengah Ancaman Konflik Iran-AS Berkepanjangan

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:25

Gibran Puji Inovasi Transportasi Gratis Pemprov DKI

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:20

Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalbar Harus Diulang

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Aktivis Global Sumud Flotilla Alami Penyiksaan Selama Ditahan Israel

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Selengkapnya