Gerakan Hatta-Ali Masykur Musa (HAMAS) menyambut baik keputusan Pemerintah RI yang melarang ekspor mineral mentah. Dengan pelarangan itu hari ini harga nikel naik tajam di Chicago Marchentile Exchange karena pasokan dari Indonesia berkurang.
"Kebijakan ini nyata-nyata menguntungkan nama Indonesia sebagai suatu bangsa," kata Sekjen Hamas Edi Darma Pohan kepada wartawan di Jakarta (Rabu, 15/1).
Dia mengatakan Negara kita menguasai sekitar 20 % pasokan nikel dunia. Dengan begitu kebijakan yang dibuat Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa itu bisa menaikkan pajak eskpor mineral mentah.
Ia mengatakan kebijakan larangan ekspor mineral mentah merupakan kebijakan yang didasari keberanian yang luar biasa sehingga perlu untuk diapresiasi.
"Saya katakan demikian karena sebelum diterapkan, sangat banyak penolakan-penolakan didalam negeri atas keputusan itu khususnya dari pihak-pihak yang menyebut dirinya pengusaha minerba. Mungkin perasaan mereka itu benar, namun hari ini kita melihat ternyata kebijakan Hatta Radjasa itu berbuah untuk seluruh bangsa ini," ujarnya.
Ia menambahkan, kebijakan itu juga sangat penting bagi pemanfaatan hasil alam oleh bangsa kita karena selama ini lebih banyak dinikmati oleh bangsa lain dengan harga yg sangat murah.
"Sikap yang diawal-awal tidak populer seperti ini harusnya bisa melekat pada pemimpin bangsa, karena ternyata setelah kebijakan itu berjalan memberikan sumbangsih besar bagi negara. Itu kalau mau Indonesia maju dan bermartabat di dunia internasional," tutupnya.
[dem]