Berita

rizal ramli/net

Paguyuban Sunda: Presiden Mendatang Harus Ekonom

RABU, 15 JANUARI 2014 | 22:52 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Organisasi masyarakat Sunda, Paguyuban Pasundan berharap di Pilpres 2014 muncul sosok pemimpin yang paham ekonomi sehingga bisa menyelamatkan ekonomi nasional.

"Permasalahan krusial bangsa yang ada saat ini adalah masalah ekonomi. Karenanya, siapapun presiden yang terpilih mendatang harus bisa menyelesaikan masalah ekonomi," ujar Pupuhu (Ketua) Paguyuban Pasundan, Prof. Dr. H. M. Didi Turmudzi kepada wartawan di Gedung Paguyuban Pasundan, Bandung, Jawa Barat (Rabu, 15/1).

Hal itu disampaikan Didi usai menggelar pertemuan dengan ekonom senior yang juga peserta Konvensi Capres Rakyat DR. Rizal Ramli. Paguyuban Pasundan sengaja mengundang Rizal Ramli ke Bandung untuk menjelaskan ekonomi Indonesia kekinian dan perkembangan bangsa ke depan. Selain pengurus Paguyuban, pertemuan juga dihadiri akademisi, pengusaha Jawa Barat dan mahasiswa ekonomi Pasca Sarjana Universitas Pasundan.


Didi Turmudzi menyayangkan, partai politik tidak menangkap kebutuhan akan hadirnya presiden yang menguasai ekonomi. Partai politik beramai-ramai mengusung capres yang bukan ekonom, hanya jago pencitraan.

"Kami kira di Indonesia yang paling tepat bicara masalah ekonomi adalah Pak Rizal Ramli. Karena alasan itu pula kami bersama para sesepuh mengundang beliau ke sini," katanya.

Tak hanya menguasai dan terbukti mampu mengatasi permasalahan ekonomi, Rizal Ramli juga dinilai memenuhi tiga syarat pemimpin di tataran Sunda. Yakni mengetahui sejarah termasuk masalah-maslah Negara, bisa mengobati masalah tersebutdan sudah 'haji', simbol merujuk pada sosok yang jujur dan bersih.

"Kita baru tahu masalah bangsa dan cara penyelesaiannya baru sebagian. Tadi kita dapat penjelasan banyak dari Pak Rizal Ramli, sehingga terang juga apa yang harus kita perbuat ke depan," pungkasnya.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya