. Hujan deras yang mengguyur Manado, Sulawesi Utara, selama dua hari telah menyebabkan banjir di beberapa wilayah Kota Manado. Beberapa kantor pemerintah daerah setempat lumpuh akibat tergenang banjir setinggi tiga meter.
"Kantor DPRD Provinsi Sulut, Kantor DPRD Kota Manado dan Kantor Walikota Manado tenggelam," tegas Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulut, Jackson Kumaat, dalam rilis yang diterima redaksi (Rabu, 15/1).
Jackson menuturkan, banjir Manado kali ini juga telah menelan korban jiwa. Setidaknya satu orang dinyatakan meninggal dunia akibat diterjang banjir.
Korban meninggal tersebur adalah Kepala Puskesmas Kakaskasen Kota Tomohon, dr Olwin Oroh. Sementara istrinya, dr Fandy, beserta dua anak yang terseret banjir dan longsor saat ini masih dalam tahap evakuasi
Diperkirakan jumlah korban meninggal masih akan bertambah karena upaya evakuasi korban yang dinyatakan hilang masih terus dilakukan, akibat banjir dan longsor.
"Mereka adalah 1 keluarga, kini istri dan 2 anak masih dievakuasi, diperkirakan korban akan bertambah karena longsor" katanya.
Ditehaskan Jackzon bahwa KNPI telah bekerjasama dengan Pemkot dan tim SAR untuk terus mencari korban banjir dan mengamankan aset-aset berharga pemerintah daerah.
"Saat ini kami telah melakukan langkah-langkah tindakan penyelamatan," tambah Staf Khusus Gubernur Sulut tersebut.
Hingga saat ini, belum ditaksir berapa jumlah kerugian materi akibat bencana itu. Namun ratusan mobil dan motor yang diparkir di halaman kantor DPRD terendem banjir.
[ysa]