Berita

Utusan Prabowo:Kasus Wilfrida Jangan Lagi Terulang

SENIN, 13 JANUARI 2014 | 19:17 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pemerintah diminta untuk lebih peduli terhadap kesejahteraan rakyat dan sungguh-sungguh mencari solusi terbaik, agar kasus yang dialami Wilfrida Soik, TKW asal NTT yang dituduh melakukan pembunuhan terhadap majikannya, tidak terjadi lagi terhadap buruh migran Indonesia di luar negeri.

"Perhatian pemerintah sangat diperlukan dan perhatian itu harus menyeluruh mulai dari tingkat daerah sampai tingkat pusat. Karena kasus Wilfrida ini sudah menjadi keprihatinan bangsa, dan jangan terulang lagi," kata Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, pengurus DPP Partai Gerindra dalam keterangan persnya (Senin, 13/1).

Saraswati ditugaskan Prabowo Subianto, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra untuk memantau persidangan Wilfrida pada Minggu (12/1) yang biasanya dihadiri oleh Prabowo.


Menurut Saraswati, pihaknya mengambil bagian untuk mendampingi kasus-kasus seperti ini, apalagi ancamannya adalah hukuman mati, dinilai sangat penting karena pada umumnya TKI memiliki posisi yang sangat lemah.

"Mereka memerlukan pendampingan yang serius bukan hanya dari pemerintah tetapi juga dari masyarakat yang peduli. Dan kami atas inisiatif pak Prabowo juga sudah berbuat yang terbaik untuk Wilfrida", katanya.

Sementara itu dalam persidangan Wilfrida dengan agenda menghadirkan saksi-saksi yang meringankan, terungkap bahwa majikan Wilfrida, Yeap Seok Pan (60) sudah tujuh tahun menderita parkinson. Bukan itu saja, Pan juga pernah menjalani operasi dalam rangka perawatan penyakitnya itu.

Sidang menghadirkan saksi-saksi, antara lain tetangga korban Ong Ching Pen, dan anak korban, Lee Che Kiong. Pengacara kondang Malaysia, Tan Sri Mohammed Shafee Abdullah, yang ditunjuk oleh Prabowo Subianto telah berhasil meyakinkan hakim untuk menyimak kembali testimoni dari saksi dan terbukti bahwa banyak kesaksian yang bertentangan yang faktanya.[dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Tokoh Reformasi Amien Rais, Megawati, Sultan HB X dan Gus Dur

Selasa, 12 Mei 2026 | 14:15

KPK Panggil Mantan Kepala BBPJN Stanley Cicero

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:55

Trump Geram Kuba Tak Kunjung Tumbang Meski Dihantam Embargo Minyak AS

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:54

UEA Diduga Diam-Diam Ikut Serang Iran

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:47

Juri Lomba Cerdas Cermat Jangan Antikritik

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:45

Dua Ajudan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Digarap KPK

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:41

Purbaya Dorong Insentif Mobil Listrik di Tengah Ancaman Konflik Iran-AS Berkepanjangan

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:25

Gibran Puji Inovasi Transportasi Gratis Pemprov DKI

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:20

Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalbar Harus Diulang

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Aktivis Global Sumud Flotilla Alami Penyiksaan Selama Ditahan Israel

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Selengkapnya