Berita

ilustrasi/net

Nusantara

Debu Vulkanik Sinabung Merembet ke Medan dan Langkat

MINGGU, 12 JANUARI 2014 | 10:22 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Debu abu vulkanik yang berasal dari erupsi Gunungapi Sinabung Tanah Karo, Sumatera Utara kembali menyelimuti kota di sekitarnya, seperti Kabupaten Langkat dan Ibukota Sumut, Kota Medan.

"Abu vulkanik dari gunung Sinabung sudah sampai ke Langkat," kata Kepala Desa Telagah, Kecamatan Sei Bingei, Langkat Suranta Sitepu seperti dilansir dari Antara, (Minggu, 12/1).

Sejak letusan gunung Sinabung, Selasa (31/12) hingga sekarang ini, abu vulkanik terus menyebar di wilayah Langkat. Dan yang terparah terjadi Sabtu (11/1), dimana mulai dari pukul 09.00--15.00 WIB, abu vulkanik dari gunung Sinabung sangat tebal menyelimuti Desa Telagah, dan desa sekitarnya yang ada di Kecamatan Sei Bingei.


Akibatnya jarak pandang hanya sekitar 15 meter saja, karena ketebalan abu yang masuk ke wilayah Langkat sangat pekat. Suranta juga sudah mengintruksikan watga agar keluar rumah memakai masker, termasuk para pengungsi yang berada di penampungan pengungsi.

"Agar warga tidak terkena penyakit pernapasan diharapkan agar mempergunakan masket bila keluar rumah," katanya.

Di tempat terpisah seperti dilansir dari MedanBagus.Com, Betty (32) warga Perumnas Simalingkar, Kota Medan mengatakan, debu abu vulkanik erupsi Gunungapi Sinabung sudah "menyerang" warga Medan, selain menyelimuti mobil milik warga, debu tersebut juga menyebabkan sejumlah anak mengalami gangguan pernafasan. Bahkan, beberapa orang tua mengaku beberapa anak mereka mengalami batuk akibat debu tersebut.

"Dulu pas waktu yang pertama juga anak-anak jadi batuk," kata Betty.

Hingga saat ini erupsi Sinabung terus terjadi dengan intensitas yang terus meningkat. Warga yang bermukim pada radius 5 kilometer sendiri seluruhnya sudah diungsikan. Data yang didapatkan saat ini jumlah pengungsi sudah mencapai 25 ribu jiwa. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya