Berita

ilustrasi/net

Bangun Lagi Pemukiman di Tepi Barat, Isarel Hambat Perundingan Damai

SABTU, 11 JANUARI 2014 | 09:58 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

. Israel berencana membangun 1.400 rumah permukiman Yahudi di Tepi
Barat dan Yerusalem Timur. Sebegaimana pemgumuman Kementerian Perumahan Israel, 800 rumah diantaranya akan dibangun di Tepi Barat dan 600 lainnya di Yerusalem Timur.

Langkah ini pun dianggap kontroversial karena wilayah tersebut merupakan
wilayah sengketa antara Israel dengan Palestina. Hal ini dinilai bisa menghambat perundingan damai yang dipimpin Amerika Serikat.


Sebagaimana dikutip Associated Press (Sabtu, 11/1), Saeb Erekat, seorang negosiator Palestina yang terlibat dalam proses perdamaian mengatakan bahwa pengumuman ini mengindikasikan Israel telah menghancurkan upaya perdamaian.

"Pemerintah Israel ini secara terbuka menampilkan agenda sebenarnya. Pengumuman ini adalah tes kemampuan untuk pemerintah AS untuk menyikapi Israel yang telah menyabotase upaya perdamaian," kata Erekat.

Namun, Hingga saat ini tak banyak kemajuan yang dicapai dari perundingan damai antara Israel dan Palestina yang dilakukan Menlu AS John Kerry sebagai penengah, sejak dimulai kembali pada Juli lalu.

"Pengumuman seperti itu juga sebagai pengingat bagi masyarakat internasional untuk memutuskan semua hubungan dengan Israel," lanjutnya. [ysa]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya