Berita

Politik

Kata Hatta Rajasa, Pesantren Merupakan The Center of Excellence

JUMAT, 10 JANUARI 2014 | 16:29 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Sekarang ini banyak orang mengatakan jika pendidikan sudah berubah. Eksistensi dan relevansi pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan pun dipertanyakan. Sistem belajar di ponpes diragukan dan dianggap hanya sebagai simbol masa lalu bangsa.

"Menurut saya, orang-orang itu tidak paham dan tidak mengerti. Sampai kapan pun, pondok-pondok di tanah air kita sangat diperlukan untuk menjawab tantangan yang semakin kompleks saat ini," ujar Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa saat memberi sambutan peresmian pembangunan gedung MTs Ponpes Al Anwar II di Sarang, Rembang, Jawa Tengah (Jumat, 10/1).

Menurut Hatta, pondok pesantren merupakan the center of excellence atau pusat keunggulan. Pesantren punya tiga keunggulan dalam membentuk karakter diri seorang manusia, yang belum tentu dimiliki sistem pendidikan lain.


Pertama, di dalam pondok pesantren terbangun sebuah kecerdasan sosial. Santri menjadi makhluk sosial yang peka terhadap permasalahan sosial lantaran sering berinteraksi satu sama lain dan saling ketergantungan dalam membangun rasa cinta.

"Kedua, pondok pesantren juga berperan dalam membangun manusia yang cerdas secara intelektual," tambah Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Sedang, nilai tambah pesantren ada pada keunggulan ketiga, yaitu membangun manusia yang cerdas secara spiritual.Lebih lanjut, HR demikian Hatta Rajasa disapa, menjelaskan bahwa dalam sebuah riset penelitian, manusia yang hanya cerdas secara intelektual, hanya akan berhasil dalam karirnya saja.

Tanpa kecerdasan spiritual, seseorang  sulit memahami esensi ilmu yang dipelajari. Biasanya, mereka akan menjadi manusia yang materialistis dan kapitalis, yang hanya mementingkan kepentingan pribadi sendiri.

"Pemahamannya bahwa dia makhluk spiritual yang di bumi untuk memakmurkan alam semesta jadi hilang," tandasnya.[dem]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya