Berita

foto: net

Politik

Yang Dibutuhkan Bangsa Ini Adalah Satrio Mumpuni

RABU, 08 JANUARI 2014 | 14:20 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Kalau memakai perspektif kepemimpinan budaya Jawa, sebetulnya yang dibutuhkan bangsa Indonesia saat ini bukan lagi figur pemimpin "Satrio Piningit", melainkan "Satrio Mumpuni" yang mampu mengatasi segala permasalahan bangsa untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat secara nyata.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif The Presiden Center, Didied Mahaswara, kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (8/1). Dia berharap, era pencitraan yang menyesatkan harus diakhiri dalam Pilpres 2014. Pencitraan harus diganti dengan visi dan kompetensi para capres.

"Lagi pula kita menganut sistem presidensil yang capresnya sudah diketahui, bukan tersembunyi seperti zamannya Joko Tingkir,’" kata Didied.


Menurutnya, sudah saatnya para capres menyampaikan visi bukan pencitraan. Kompetensi sangat diperlukan, antara lain seperti kompetensi pribadi yaitu jujur, bersih, tidak teribat KKN, serta kompetensi kepemimpinan pemerintahan yaitu kemampuan dalam mengelola pularalisme dan Ipoleksosbudhankamnas.

Tanpa kompetensi tersebut maka bisa jadi seorang presiden tidak dapat mengontrol dan mengatasi kebijakan salah yang dibuat para pembantunya, seperti dalam kasus Bank Century.

"The President Center sangat peduli terhadap hal ini karena sejak awal memposisikan diri sebagai lembaga think thank calon pemimpin bangsa," terangnya. [ald]

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Hadiri Penutupan Muktamar NU, Prabowo Dikalungi Sorban

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:17

Muktamar ke-35 NU: LAZISNU Bagikan Santunan Yatim dan Kacamata Gratis untuk Guru Ngaji

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:13

Tim Formatur PBNU Diberi Waktu Sebulan Susun Kepengurusan

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:07

Rupiah Lesu ke Rp17.754 per Dolar AS di Awal Pekan, Pasar Wait and See

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:57

Harga Emas Dunia Stabil Usai Anjlok Akibat Sinyal Suku Bunga The Fed

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:43

IHSG Pagi Tertekan, Tiga Saham Malah Melompat

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:28

Muslim Arbi Soroti Amandemen UUD 1945 dan Maraknya Politik Dinasti

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:14

Emas Antam Mandek di Rp2,6 Juta per Gram

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:56

Kapolri Mutasi Sejumlah Pejabat Strategis, Dua Kapolda Berganti

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:53

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih dari 3 Persen

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:38

Selengkapnya