Berita

bambang widjojanto/net

Hukum

PPI Desak BW, Denny dan Djoko Lakukan Pembuktian Terbalik

SELASA, 07 JANUARI 2014 | 17:47 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Widjojanto, sudah membantah kabar dirinya mendatangi Cikeas pada Senin kemarin.

Bantahannya itu untuk membersihkan dugaan bahwa pemeriksaan terhadap mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum sebagai tersangka kasus Hambalang didahului intervensi dari penguasa.

Hari ini memang, Anas sedianya diperiksa KPK sebagai tersangka. Namun, Ketua Umum Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) itu tidak memenuhi panggilan lembaga anti rasuah tersebut.


Menurut Bambang, PPI mencoba mempolitisasi kasus yang menjerat Anas Urbaningrum. Dia berharap agar pihak PPI atau siapapun tidak menyebar fitnah, sebab bisa mengganggu proses penegakan hukum.

Sebaliknya, PPI malah meminta BW, Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana dan Menko Polhukam Djoko Suyanto membuktikan diri mereka bersih dari tindakan cemar dan membiarkan hukum diintervensi oleh kepentingan penguasa menyingkirkan Anas Urbaningrum.

"BW mengatakan, PP jangan menebar fitnah. Sekarang PPI meminta BW, Denny dan Djoko Suyanto melakukan pembuktian di mana mereka pada Senin dinihari sekitar pukul 02.00 sampai 04.00 WIB," urai seorang sumber internal PPI, beberapa waktu lalu.

Terakhir, PPI memperbaharui tuduhannya. Sumber di internal PPI menerangkan kembali bahwa kedatangan BW itu tidak cuma bersama Wakil Menteri Hukum dan HAM, Denny Indrayana, tetapi juga mengikutsertakan Menko Polhukam Djoko Suyanto.

Dari info yang mereka terima, kedatangan BW bersama Denny dan Djoko Suyanto ternyata dilakukan Senin dinihari sekitar pukul 02.00 WIB sampai 04.00 WIB. [ald]

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Hadiri Penutupan Muktamar NU, Prabowo Dikalungi Sorban

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:17

Muktamar ke-35 NU: LAZISNU Bagikan Santunan Yatim dan Kacamata Gratis untuk Guru Ngaji

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:13

Tim Formatur PBNU Diberi Waktu Sebulan Susun Kepengurusan

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:07

Rupiah Lesu ke Rp17.754 per Dolar AS di Awal Pekan, Pasar Wait and See

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:57

Harga Emas Dunia Stabil Usai Anjlok Akibat Sinyal Suku Bunga The Fed

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:43

IHSG Pagi Tertekan, Tiga Saham Malah Melompat

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:28

Muslim Arbi Soroti Amandemen UUD 1945 dan Maraknya Politik Dinasti

Senin, 31 Agustus 2026 | 09:14

Emas Antam Mandek di Rp2,6 Juta per Gram

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:56

Kapolri Mutasi Sejumlah Pejabat Strategis, Dua Kapolda Berganti

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:53

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih dari 3 Persen

Senin, 31 Agustus 2026 | 08:38

Selengkapnya