Berita

foto:net

Dunia

Pemilu Kacau, Ratusan TPS Dibakar

MINGGU, 05 JANUARI 2014 | 19:31 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Bentrokan antara aktivis oposisi dan polisi di Bangladesh meletus di tengah pemboikotan proses pemilihan umum oleh pihak oposisi, pada Minggu (5/1). Puluhan orang dilaporkan tewas dalam peristiwa itu.

Bentrokan dipicu oleh aksi pemboikatan pemilu yang dilakukan oleh pihak oposisi. Pihak oposisi yang dipimpin Partai Nasionalis Bangladesh (BNP) menginginkan PM Sheikh Hasina mundur dan menunjuk penjabat pemerintah yang netral untuk memantau jalannya pemilu. Namun, PM Hasina bersikeras untuk tetap menjabat sebagai Perdana Menteri. Oposisi akhirnya memboikot pemilu dengan melakukan mogok selama dua hari.

Akibatnya, lebih dari separuh konstituen tidak melakukan pemungutan suara. Lebih dari 100 tempat pemungutan suara (TPS) juga diamuk dan dibakar demonstran. Sebagian besar pengunjuk rasa dan pemboikot pemilu terlibat baku hantam dengan polisi. Polisi bahkan harus menggunakan senjata api untuk mengamankan jalannya pesta demokrasi itu.


"Tidak ada keluarga saya atau saya sendiri pergi untuk memberikan suara ditengah ketakutan dan kekerasan. Apa yang terjadi disini adalah pemilu satu partai dan 90 persen masyarakat Bangladesh menentangnya," ujar seorang penduduk di Gaibandha, sebagaimana dikutip BBC (Minggu, 5/1).

Kondisi ini, membuat Partai Liga Awami yang dipimpin Perdana Menteri Sheikh Hasina memastikan kemenangan, begitu pun dengan kandidat pemerintah, meski warga yang menggunakan hak suara mereka sangat sedikit. [ian]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya