foto:net
foto:net
Bentrokan dipicu oleh aksi pemboikatan pemilu yang dilakukan oleh pihak oposisi. Pihak oposisi yang dipimpin Partai Nasionalis Bangladesh (BNP) menginginkan PM Sheikh Hasina mundur dan menunjuk penjabat pemerintah yang netral untuk memantau jalannya pemilu. Namun, PM Hasina bersikeras untuk tetap menjabat sebagai Perdana Menteri. Oposisi akhirnya memboikot pemilu dengan melakukan mogok selama dua hari.
Akibatnya, lebih dari separuh konstituen tidak melakukan pemungutan suara. Lebih dari 100 tempat pemungutan suara (TPS) juga diamuk dan dibakar demonstran. Sebagian besar pengunjuk rasa dan pemboikot pemilu terlibat baku hantam dengan polisi. Polisi bahkan harus menggunakan senjata api untuk mengamankan jalannya pesta demokrasi itu.
Populer
Senin, 20 April 2026 | 14:11
Sabtu, 18 April 2026 | 02:00
Jumat, 17 April 2026 | 17:46
Kamis, 16 April 2026 | 00:32
Senin, 20 April 2026 | 12:50
Kamis, 16 April 2026 | 18:10
Kamis, 16 April 2026 | 13:50
UPDATE
Sabtu, 25 April 2026 | 01:54
Sabtu, 25 April 2026 | 01:31
Sabtu, 25 April 2026 | 01:08
Sabtu, 25 April 2026 | 00:51
Sabtu, 25 April 2026 | 00:30
Sabtu, 25 April 2026 | 00:09
Jumat, 24 April 2026 | 23:58
Jumat, 24 April 2026 | 23:33
Jumat, 24 April 2026 | 23:09
Jumat, 24 April 2026 | 22:48