Berita

tri rismaharini/net

Ahok harus Belajar dari Walikota Surabaya

SABTU, 04 JANUARI 2014 | 19:45 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Penolakan Muhammadiyah terhadap praktik pelacuran, apalagi dilegalkan, tidak hanya di Jakarta. Di Surabaya, organisasi parsyarikatan ini juga melakukan hal yang sama sebagian bagian dari amar maruf nahi munkar.

"Di Krembangan, Surabaya, Muhammadiyah menolak lokalisasi. Karena butuh payung hukum, Mas Arief dari Muhammadiyah minta back-up Walikota (Tri Rismaharini). Alhamdulillah gayung bersambut," ujar Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Bidang Dakwah, M. Ziyad kepada Rakyat Merdeka Online (Sabtu, 4/1).

Saat ini, sambung Ziyad, Krembangan sudah menjadi kampung santri. Bila mendatangi lokasi itu, akan disambut tulisan 'Anda Memasuki Kampung Santri.' "Salah satu Ketua Nasyiatul Aisyiah (sayap Muhammadiyah), ibunya germo dulu. Awalnya ngaji di masjid Muhammadiyah, lama-lama dia malu dan mengajak ibu-bapaknya meninggalkan bisnis itu. Dengan sendirinya tutup," bebernya.


Meski memang tak cukup sampai disitu. Muhammadiyah juga memberikan berbagai pelatihan keterampilan. "Muhammadiyah Surabaya itu mencari donasi, per WTS dikasih modal Rp 5 juta," ungkapnya.

Lokalisasi yang sebelumnya terdapat sekitar 4.500-an pekerja seks komersial ini bisa ditutup, diakui Ziyad, selain ketegasan Walikota Surabaya juga karena dukungan dari Gubernur Jawa Timur terhadap kebijakan Tri Rismaharini tersebut.

Menurutnya, hal itulah yang perlu dicontoh oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki T. Purnama. "Artinya Kota Surabaya saja bisa melakukan itu. Apalagi ini Jakarta. Itu kan Bu Risma dari PDIP," ungkap Ziyad.

Ziyad menambahkan, saat ini Walikota Surabaya bertekad menutup lokalisasi Dolly, yang saat ini jumlah PSK-nya diperkirakan mencapai 12.500-an.

"Kebijakan Bu Risma, pada 2014, maksimal 2015, Surabaya bebas prostitusi. Itu mendapat tekanan yang luar biasa. Tapi Bu Risma maju terus sebagaimana dilakukan di Krembangan. Bukan diberantas ya, tapi diberi pelatihan agar mandiri juga," demikian Ziyad.

Sebelumnya, Koordinator Divisi Dakwah Khusus Majelis Tabligh Muhammadiyah, Agus Tri Sundari menegaskan, pihaknya menolak keras ide Ahok membangun lokalisasi prostitusi di Jakarta.

Menanggapi itu, Ahok mengaku tidak mengerti mengapa Muhammadiyah menolak usulannya tersebut. "Saya juga nggak setuju ada legalisasi prostitusi. Persoalannya, jangan munafik! Emang nggak ada prostitusi di DKI? Ngapain munafik? Itu aku nyindir saja," ungkap Ahok.  [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya