Berita

ERIK SATRYA WARDHANA/NET

Politik

Erik S Wardhana: Hanura Sudah Pasti Masuk Parlemen

SENIN, 30 DESEMBER 2013 | 19:36 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) semakin percaya diri akan jadi salah satu peserta pemilu yang lolos masuk parlemen. Tidak tanggung-tanggung, targetnya 20 persen di pemilu legislatif.

Ketua DPP Hanura, Erik Satrya Wardhana, mengaku sudah mencermati berbagai hasil survei dari beberapa lembaga riset yang memprediksi partainya tidak akan tembus parliamentary threshold.

Menurutnya, hasil survei yang beredar itu tidak perlu dikecam karena salah satu buah demokrasi. Tetapi berbagai survei itu tidak bisa mementahkan fakta bahwa survei internal Hanura, dan bahkan survei internal beberapa partai lain yang diketahuinya, menempatkan Hanura sebagai partai yang lolos masuk parlemen dengan perolehan suara tidak kecil.


Menurut dia, sebelum gencar merilis iklan-iklan politik di media televisi, Hanura sudah diprediksi menembus ambang batas parlemen 3,5 persen.

"Sebelum gencar beriklan, yaitu sebelum September, keterpilihan kami sudah di atas 3.5 persen. Setelah September, kami yakin prediksi perolehan suara kami meningkat berkali-kali lipat," terangnya kepada Rakyat Merdeka Online, beberapa saat lalu (Senin, 30/12).

Dia tak menyangkal bahwa kekuatan media massa yang dimiliki cawapres Hanura, Hary Tanoesudibjo, memperkuat elektabilitas dan popularitas partai.

"MNC Group milik Pak Hary itu kan disaksikan 40 persen publik di Indonesia. Kami punya media , dan deklarasi pasangan Wiranto-Hary Tanoe semakin menguatkan kami," ucapnya.

Target Hanura dengan kekuatan yang ada saat ini, tambah Erik, adalah menembus 20 persen perolehan legislatif. Sehingga, Hanura bisa mencalonkan pasangan capres-cawapres sendiri.

"Kami belum pikirkan koalisi dengan parpol lain. Saat ini koalisi kami hanya dengan rakyat," tegasnya.[wid]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kejagung Diminta Awasi Ekstra Proyek Pembangunan IKN

Selasa, 22 September 2026 | 22:15

Suahasil Beberkan Tiga Jurus Perkuat Pengawasan Bea Cukai, Apa Saja?

Selasa, 22 September 2026 | 21:51

KPK Didesak Periksa Nusron agar Tak Muncul Spekulasi Liar

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Jangan Omon-omon, Pelaksanaan MBG Harus Dipersempit ke Daerah 3T

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Raja Juli Sepi, Muncul Nusron

Selasa, 22 September 2026 | 21:12

Pakai Amine System, SP-ABG Pertamina Turunkan CO2 pada Gas jadi 5%

Selasa, 22 September 2026 | 21:07

Selebgram Jule Hanya Pemakai Etomidate, Bukan Pengedar

Selasa, 22 September 2026 | 20:54

Wacana Pencalonan Presiden-Wapres Cukup Didukung Dua Fraksi Ingkari Putusan MK

Selasa, 22 September 2026 | 20:36

KPK Kembali Sita Mobil Vinna Ledy Anggraheni Hasil Pemberian Pengusaha

Selasa, 22 September 2026 | 20:18

Swing Voters dan Pilkades Bekasi 2026

Selasa, 22 September 2026 | 19:59

Selengkapnya