Berita

foto:net

Dunia

Inggris Dibayangi Ancaman Banjir Jelang Pergantian Tahun

MINGGU, 29 DESEMBER 2013 | 15:49 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Inggris Raya dibayang-bayangi ancaman banjir jelang perayaan tahun baru 2013. Potensi bencana banjir ini diserukan oleh badan prakiraan cuaca Inggris yang menyatakan hujan deras dan angin kencang masih akan melanda negara itu pada Senin (30/12) besok.

Cuaca di wilayah Inggris Raya yang sebelumnya dilanda badai hingga mengakibatkan banjir memang telah lebih stabil selama akhir pekan ini. Namun badan metereologi setempat mengumumkan bahwa hujan lebat dan angin kencang masih berporensi melanda bagian selatan Inggris, Wales dan Skotlandia pada Senin (30/12).

Diperkirakan kecepatan angin akan mencapai 97 km per jam. Permukaan sungai-sungai besar seperti Thames, Severn dan Great Ouse di Cambridgeshire, akan tetap sangat tinggi selama beberapa hari ke depan. Sementara Sungai Medway dan Stour di Kent akan terus banjir dan menyebabkan gangguan perjalanan. Sedangkan khusus untuk Skotlandia diperkirakan akan dilanda hujan lebat lebih lanjut pada Minggu (29/12) malam hingga Senin pagi.


Menanggapi pengumuman dari badan meteorologi itu, Perdana Menteri Cameron megaku telah mendesak departemen terkait untuk menyusun rencana kuat dalam menghadapi kasus cuaca buruk dan banjir selama tahun baru itu.

"Saya sudah meminta Departemen Kemasyarakatan dan Pemerintah Daerah untuk memiliki rencana yang tepat dalam kasus cuaca buruk dan banjir selama tahun baru," tulis Cameron dalam akun jejaring Twitter miliknya sebagaimana dilansir BBC (Minggu, 29/12).

Perusahaan energi Inggris mengatakan, badai dan banjir selama perayaan Natal lalu telah mengakibatkan sebanyak 1.500 rumah masih belum dialiri listrik dan masih belum akan memiliki listrik hingga minggu depan. [ian]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya