Berita

Cap Jempol Darah untuk Megawati, Tanda Cinta dari Rakyat

JUMAT, 27 DESEMBER 2013 | 14:44 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Dalam demokrasi yang kian maju, cara-cara rasional dan logis lebih banyak digunakan untuk menunjukkan pilihan atau aspirasi.

Karena itu, kata pengamat politik Universitas Parahyangan (Unpar), Bandung, Asep Warlan Yusuf, rencana ratusan orang untuk berkumpul di Rengas Dengklok, Jawa Barat, pada tanggal 8 Januari 2014 nanti dan  membubuhkan cap jempol darah sebagai tanda dukungan dan kesetiaan kepada Megawati merupakan sudah di luar nalar demokrasi. Namun hal itu tetap bisa dipahami bila orang-orang itu terdiri dari kelompok rakyat biasa, dan bukan kalangan politisi atau kelompok terdidik

"Itu bahasa rakyat yang sangat mencintai Megawati. Mereka mengunakan cara-cara itu, mau menekankan bahwa Megawati harus segera bersikap terkait dengan Pilpres. Mereka sepertinya tidak mau juga Megawati akhirnya ditinggalkan Jokowi," kata Asep kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Jumat, 27/12).


Asep menyarankan Megawati segera mengambil sikap terkait dengan Pilpres. Entah itu mengumumkan dia yang maju, Jokowi yang maju, atau orang lain yang maju. Intinya sudah ada keputusan dan kepastian sehingga para pecinta dan simpatisan di bawah tidak terombang-ambing oleh spekulasi yang beredar.

"Bila Mega diam saja, gerakan seperti ini akan semakin liar. Ini harus segera diantisipasi," demikian Asep. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Tokoh Reformasi Amien Rais, Megawati, Sultan HB X dan Gus Dur

Selasa, 12 Mei 2026 | 14:15

KPK Panggil Mantan Kepala BBPJN Stanley Cicero

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:55

Trump Geram Kuba Tak Kunjung Tumbang Meski Dihantam Embargo Minyak AS

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:54

UEA Diduga Diam-Diam Ikut Serang Iran

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:47

Juri Lomba Cerdas Cermat Jangan Antikritik

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:45

Dua Ajudan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Digarap KPK

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:41

Purbaya Dorong Insentif Mobil Listrik di Tengah Ancaman Konflik Iran-AS Berkepanjangan

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:25

Gibran Puji Inovasi Transportasi Gratis Pemprov DKI

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:20

Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalbar Harus Diulang

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Aktivis Global Sumud Flotilla Alami Penyiksaan Selama Ditahan Israel

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Selengkapnya