. Untuk pertama kalinya, Pasanggiri Layeutan Swara atau perlobaan Paduan Suara dengan lagu-lagu Sunda digelar di Karawang. Acara bertema Karawang Ngawanohkeun Budaya Seni Karawitan Sunda ka Para Nonoman ini digelar karena didasari oleh mulai memudarnya seni Sunda di kalangan pemuda Jawa Barat.
"PSL ingin memperkenalkan lagu-lagu Sunda yang legendaries sehingga para pemuda di Jawa Barat menyadari bahwa budaya Sunda juga memiliki lagu-lagu yang indah," kata Ketua Panitia PSL, Iyus Rusmana, dalam keterangan beberapa saat lalu (Jumat, 27/12).
Selain itu, lanjut Iyus, acara ini juga bertujuan untuk mengenalkan kembali akar budaya yang ada di tanah Parahyangan kepada para pemuda. Di antara akar budaya itu misalnya, masyarakat tanah Sunda terkenal dengan masyarakat yang peduli terhadap sesama, dan kecenderungan ini bisa dilihat dari falsafah silih asih, silih asah, silih asuh.
Adapun filosofi kegiatan kesenian ini, lanjutnya, dibuat dalam bentuk paduan suara adalah penekanan pada kerja sama antara tiap anggota untuk mengharmonisasi warna suara sehingga menghasilkan paduan yang indah. Lagu-lagu Sunda sendiri merupakan jenis musik yang memiliki kekhasan tersendiri seperti nada-nada yang diatonik, ritme musik yang sulit untuk dipelajari, serta tentu saja bahasanya itu sendiri yang memiliki keunikan seperti undak-usuk basanya atau tingkat kesopanan bahasa.
Acara yang digelar pada tanggal 22 dan 24 Desember 2013 di Gedung Anggrek PT Pupuk Kujang serta dihadiri oleh Bupati Karawang Ade Swara dan Ketua DPRD H Tono Bahtiar ini didukung penuh oleh PT Pupuk Kujang. Maka acara ini bukan hanya disemarakkan oleh SMA dan SMP di Kabupaten Karawang, melainkan juga oleh karyawan PT Pupuk Kujang.
[ysa]