Berita

ilustrasi/net

Ini Dampak Ganda di Balik Dukungan Capres yang Mengkhawatirkan Politisi PDI Perjuangan

KAMIS, 26 DESEMBER 2013 | 08:46 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Hingga saat ini, Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, belum mengkahiri teka-teki siapa yang akan diusung oleh PDI Perjuangan dalam Pilpres 2014.

Di tengah kondisi ini, banyak pihak yakin, PDI Perjuangan akan memenangkan Pemilu dan Pilpres 2014 bila mengusung Jokowi. Itu pun dengan syarat tambahan, Jokowi harus dideklrasikan sebelum Pemilu. Bila diumumkan setelah pemilihan legislatif, PDI Perjuangan akan kehilangan momentum.

Di tengah situasi ini juga, muncul gerakan-gerakan liar dari luar yang mendorong agar Jokowi segera diumumkan sebagai capres. Gerakan ini, entah memang tulus mendukung Jokowi, atau justru sedang bermanuver untuk meruntuhkan posisi PDI Perjuangan yang kini selalu berada di puncak elektabilitas.


Di kalangan internal PDI Perjuangan sendiri, tidak banyak yang mau atau berani bicara nyaring di depan publik soal Pilpres. Jawaban paling aman adalah mengatakan, "Menungggu Ibu Saja."

Hal ini wajar saja. Sebab sepertinya, apapun yang dibicarakan dan disuarakan oleh politisi PDI Perjuangan terkait dengan pencapresan, akan berdampak ganda.

Bila ia mendukung Megawati lagi misalnya, bisa jadi ia akan dianggap sedang menjilat dan menjebak Ibu. Meski memang ia bisa juga dinilai sebagai kader yang loyal dan setia.

Sementara bila ia bersuara untuk mengusung Jokowi misalnya, bisa jadi ia dianggap sebagai kader yang berniat tulus untuk memenangkan PDI Perjuangan. Namun di saat yang sama, bisa juga ia disebut dan dinilai kader pengkhianat.

Itulah dua dampak ganda, yang bagi politisi PDI Perjuangan, sama-sama mengkhawatirkan. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Tokoh Reformasi Amien Rais, Megawati, Sultan HB X dan Gus Dur

Selasa, 12 Mei 2026 | 14:15

KPK Panggil Mantan Kepala BBPJN Stanley Cicero

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:55

Trump Geram Kuba Tak Kunjung Tumbang Meski Dihantam Embargo Minyak AS

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:54

UEA Diduga Diam-Diam Ikut Serang Iran

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:47

Juri Lomba Cerdas Cermat Jangan Antikritik

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:45

Dua Ajudan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Digarap KPK

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:41

Purbaya Dorong Insentif Mobil Listrik di Tengah Ancaman Konflik Iran-AS Berkepanjangan

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:25

Gibran Puji Inovasi Transportasi Gratis Pemprov DKI

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:20

Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalbar Harus Diulang

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Aktivis Global Sumud Flotilla Alami Penyiksaan Selama Ditahan Israel

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Selengkapnya