Berita

ilustrasi/net

Saatnya Dominasi Partai yang Suburkan Korupsi Diakhiri!

SELASA, 24 DESEMBER 2013 | 18:46 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Hingga saat ini, banyak politisi yang terjerumus ke dalam praktek korupsi. Maka tak heran bila dalam survei Transparency International Indonesia (TII), partai politik menjadi lembaga keempat terkorup di Indonesia setelah kepolisian, parlemen dan peradilan.

Atas hal ini, calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Heru Cokro, yakin bahwa dominasi partai politik yang masif dan menggurita menjadi penyebab suburnya korupsi. Dan faktanya, sulit sekali menemukan partai politik di Indonesia yang tidak terlibat dalam tindak korupsi.

"Karena itu, dominasi partai harus dihentikan," ujar Heru, sambil menyitir hasil penelitian profesor politik dari Pennsylvania State University, Vineeta Yadav.


Menurut Vineeta, ungkap Heru, bila partai politik mendominasi penentuan agenda legislatif, maka tingkat korupsi cenderung meningkat 11 persen. Dalam penelitian yang sama, Yadav juga menemukan fenomena meningkatnya kasus korupsi sebanyak 9 persen ketika partai politik mengendalikan proses amandemen UU. Demikian pula bila partai politik memiliki kekuasaan memecat anggota parlemen yang berani mbalelo dalam proses legislasi, tindak korupsi cenderung naik 10,5 persen.

"Secara kolektif, bila ketiga hal tersebut terjadi tindak pidana korupsi dalam sebuah negara bisa meningkat drastis hingga 30 persen," kata Heru beberapa saat lalu (Selasa, 24/12).

Heru menilai, inilah saatnya bagi Indonesia untuk memikirkan ulang dominasi partai politik dalam kehidupan berbangsa. Apalagidominasi partai politik dalam penyusunan kebijakan publik dan UU sampai saat ini bisa dibilang tidak begitu membanggakan.

"Sudah waktunya kita kembalikan keterwakilan rakyat kepada individu legislator. Kita kembalikan posisi partai politik sebagai koordinator ideologi para wakil rakyat, bukan jadi penguasa para wakil rakyat," demikian  Heru. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Tokoh Reformasi Amien Rais, Megawati, Sultan HB X dan Gus Dur

Selasa, 12 Mei 2026 | 14:15

KPK Panggil Mantan Kepala BBPJN Stanley Cicero

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:55

Trump Geram Kuba Tak Kunjung Tumbang Meski Dihantam Embargo Minyak AS

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:54

UEA Diduga Diam-Diam Ikut Serang Iran

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:47

Juri Lomba Cerdas Cermat Jangan Antikritik

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:45

Dua Ajudan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Digarap KPK

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:41

Purbaya Dorong Insentif Mobil Listrik di Tengah Ancaman Konflik Iran-AS Berkepanjangan

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:25

Gibran Puji Inovasi Transportasi Gratis Pemprov DKI

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:20

Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalbar Harus Diulang

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Aktivis Global Sumud Flotilla Alami Penyiksaan Selama Ditahan Israel

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Selengkapnya