Berita

megawati/net

100 Persen Warga Nasdem dan PBB Pilih Megawati Bila Bersaing dengan Prabowo dan ARB

SELASA, 24 DESEMBER 2013 | 07:46 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Sudah menjadi mafhum, Pilpres 2014 merupakan momentum untuk memilih sosok tertentu. Maka dalam pilihan ini, seringkali keputusan partai politik berbeda dengan keputusan pemilih dalam memilih sang kandidat. Atau, pemilih lebih dahulu menentukan sikap tanpa harus menunggu keputusan dari partai politik yang ia pilih sebelumnya.

Maka bila Pilpres 2014 hanya diikuti Aburizal Bakrie, Megawati dan Prabowo Subianto, 100 persen pemilih Partai Nasdem dan Partai Bulan Bintang (PBB) akan memilih Megawati. Pemilih PDI Perjuangan sendiri yang memilih Megawati hanya 46,4 persen, sementara sisanya, 23,2 persen memilih Prabowo dan 5,8 persen memilih Aburizal Bakrie.

Pemilih Golkar, 58,8 persennya memilih Aburizal Bakrie,11,8 persen memilih Prabowo dan 2,9 persen memilih Megawati. Sementara sisanya, 2,9 masih merahasiakan pilihan, 11,8 persen belum memutuskan pilihan, dan 11, 8 persen belum menjawab atau mengatakan tidak tahu.


Untuk pemilih Gerindra,  72,7 persen memilih Prabowo, 4,5 persen memilih Megawati dan 4,5 persen memilih Aburizal. Sementara sisanya, 9,1 persen belum memutuskan, dan 9,1 persen belum menjawab atau mengatakan tidak tahu.

Angka-angka ini diperoleh berdasarkan hasil salah satu simulasi Indo Barometer, terkait dengan capres yang akan maju di 2014. Secara umum, kata Direktur Indo Barometer, Prabowo Subianto unggul di pemilih PKB, PKS, Gerindra, dan PAN. Sementara Aburizal Bakrie unggul di pemilih Golkar dan Demokrat. Untuk Megawati unggul di pemilih Nasdem, PDIP, dan PBB.

"Di pemilih PPP bersaing antara Aburizal Bakrie dan Megawati. Pemilih Hanura membagi dukungannya ke Aburizal Bakrie dan Megawati, namun mayoritas masih belum memutuskan," kata Qodari dalam keterangan kepada redaksi.

Simulasi ini berbasis pada survei yang digelar pada tanggal 4-15 Desember di 33 provinsi dengan melibatkan 1.200 responden. Margin of error survei ini sebesar plus minus 3,0 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen. Sementara itu, responden dipilih dengan metode multistage random sampling untuk menghasilkan responden yang mewakili seluruh populasi publik dewasa Indonesia; berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Tokoh Reformasi Amien Rais, Megawati, Sultan HB X dan Gus Dur

Selasa, 12 Mei 2026 | 14:15

KPK Panggil Mantan Kepala BBPJN Stanley Cicero

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:55

Trump Geram Kuba Tak Kunjung Tumbang Meski Dihantam Embargo Minyak AS

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:54

UEA Diduga Diam-Diam Ikut Serang Iran

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:47

Juri Lomba Cerdas Cermat Jangan Antikritik

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:45

Dua Ajudan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Digarap KPK

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:41

Purbaya Dorong Insentif Mobil Listrik di Tengah Ancaman Konflik Iran-AS Berkepanjangan

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:25

Gibran Puji Inovasi Transportasi Gratis Pemprov DKI

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:20

Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalbar Harus Diulang

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Aktivis Global Sumud Flotilla Alami Penyiksaan Selama Ditahan Israel

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Selengkapnya